A. Pengertian Pemasaran
Secara umum, pengertian pemasaran adalah kegiatan pemasar untuk menjalankan bisnis (profit atau non profit) guna memenuhi kebutuhan pasar dengan barang atau jasa, menetapkan harga, mendistribusikan, serta mempromosikannya melalui proses pertukaran agar memuaskan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan.
B.B. Pengertian Manajemen Pemasaran
Manajemen Pemasaran berasal dari dua kata, yaitu manajemen dan pemasaran. Menurut Profesor Oei Liang Lee, manajemen adalah ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, dan mengkoordinasikan serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat – alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan, definisi pemasaran telah dijelaskan di atas.
Prinsip – prinsip manajemen pemasaran, antara lain :
§ Menetapkan pangsa pasar (target market) dengan tepat.
§ Memerhatikan perkembangan kebutuhan konsumen.
§ Memodifikasi barang dan jasa yang dihasilkan
§ Menilai konsumen dan laba perusahaan
C. Peran Pemasaran Dalam Organisasi
C. Peran Pemasaran Dalam Organisasi
Sebagai salah satu fungsi pokok dalam perusahaan, pemasaran dipegang oleh seorang manajer pemasaran yang sebagian besar bertanggung jawab pada direktur perusahaan. Manajer pemasaran membawahi sejumlah individu yang dikelompokkan ke dalam 2 sub bagian, yaitu :
- Sub bagian perencanaan pemasaran dan pelayanan staf penunjang
- Sub bagian penjualan umum
D. Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran( marketing concept) merupakan falsafah perusahaan yang menyatakan bahwa keinginan pembeli adalah syarat utama bagi kelangsungan hidup perusahaan. Segala kegiatan perusahaan di bidang produksi, teknik, keuangan, dan pemasaran diarahkan pada usaha untuk mengetahui keinginan pembeli dan kemudian memuaskan keinginan tersebut dengan mendapatkan laba. Jadi, bagian pemasaran mempunyai peranan aktif sejak dimulainya proses produksi. Semua kegiatan perusahaan untuk menghasilkan dan menjual barang didasarkan pada masalah pemasaran.
Perusahaan yang menganut konsep pemasaran tidak hanya sekedar menjual barang saja, tetapi lebih dari itu, dimana perusahaan harus memperhatikan konsumen beserta kebutuhannya. Secara definitif., dapat dikatakan bahwa :
Tiga unsur konsep pemasaran :
- Orientasi pada konsumen
- Penyusunan kegiatan pemasaran secara integral
- Kepuasan Konsumen
E. Tanggung Jawab Manajer Pemasaran Dalam Perusahaan
Manajer pemasaran berkaitan dengan pengenalan produk terhadap pasar dan tentang pengembangan produk agar dapat memahami keinginan konsumen.
Wewenang dan tanggung jawab manajer pemasaran adalah sebagai berikut :
a. Menentukan target penjualan produk
b. Menjaga dan membina kerjasama dengan pihak-pihak yang ada,baik didalam negeri maupun di mancanegara
c. Menjaga dan meningkatkan kualitas dan pengembangan produk
d. Manajer pemasaran bertanggung jawab terhadap manajemen bagian penjualan
e. Manajer pemasaran bertanggung jawab terhadap perolehan hasil penjualan dan penggunaan dana promosi
f. Sebagai koordinator manajer produk dan manajer penjualan
g. Membina bagian pemasaran & membimbing seluruh karyawan di bagian pemasaran
h. Membuat laporan pemasaran kepada direksi
F. Peran Pemasaran Dalam Masyarakat
Pemasaran memungkinkan masyarakat meningkatkan kemakmurannya melalui proses pertukaran. Pemasaran menambah nilai (utilitas) pada produk. Utilitas adalah kemampuan suatu produk. untuk memuaskan kebutuhan konsumen. Macam-macam utilitas :
- Utilitas bentuk, yaitu manfaat yang dirasakan konsumen karena perubahan bentuk produk.Pemasaran secara tidak langsung memberikan manfaat bentuk melalui pemberian ide mengenai produk kepada bagian produksi. Contoh :suatu bank membuat fasilitas ATM untuk memudahkan nasabah.
- Utilitas tempat, yaitu manfaat yang dirasakan konsumen karena dapat menikmati produk di tempat yang diinginkan. Contoh : mesin ATM ditempatkan di berbagai lokasi yang strategis.
- Utilitas waktu, yaitu tambahan manfaat yang dirasakan konsumen karena dapat menikmati produk pada saat yang dibutuhkan. Contoh : fasilitas ATM memberikan pelayanan 24 jam.
- Utilitas kepemilikan, yaitu produk akan bisa memberikan manfaat yang optimal jika telah terjadi perpindahan kepemilikan. Pemasaran membantu berpindahnya kepemilikan suatu produk. Contoh : nasabah dapat mengambil sendiri jumlah uang yang dibutuhkan.
G. Tanggung Jawab Sosial
Saat ini perusahaan tidak hanya berorientasi keuntungan, tetapi juga dituntut untuk memberikan kontribusi yang bersifat sosial. Lingkungan eksternal yang berubah demikian pesat dapat memberikan pengaruh positif atau negatif kepada keputusan perusahaan.Agar resiko yang diakibatkan oleh tuntutan perubahan dari lingkungan eksternal tidak terlalu besar, perusahaan harus memperhatikan aspek sosial seperti bantuan pendidikan, pembukaan kesempatan kerja, serta kelestarian lingkungan.
Tanggung jawab sosial mencakup hubungannya dengan lingkungan luas sehingga keberadaan organisasi diterima dalam kehidupan masyarakat. Tanggung jawab sosial berkaitan erat dengan peran keuntungan dan prestasi sosial seperti dijelaskan berikut ini.
- Peran Keuntungan
Sebelum perusahaan mampu menggunakan sumber daya untuk kepentingan sosial, perusahaan harus memiliki keuntungan yang memadai untuk mempertahankan kepercayaan dan dukungan dari pemegang saham dan kreditur.
2.Prestasi Sosial Organisasi
Friedlander F. dan Prickle dalam Stoner James mengidentifikasikan tujuh pihak lingkungan perusahaan yang memiliki kepentingan berbeda dalam menilai prestasi organisasi.
H. Dimensi tanggung Jawab Perusahaan
Perusahaan-perusahaan beroperasi dalam berbagai macam situasi yang mempunyai akibat-akibat sosial. Oleh karena itu perusahaan tidak bisa melepaskan tanggungjawab sosialnya kepada masyarakat. diakibatkan oleh perusahaan.
Adapun tanggung jawab dari perusahaan adalah:
- Mendapatkan Laba
Tanpa laba perusahaan tidak dapat meneruskan untuk mengoperasikan karyawan atau tidak dapat menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan masyarakat. Laba merupakan imbalan bagi pemilik perusahaan yang mempertaruhkan modal mereka pada perusahaan.
2. Memperhatikan Kesejahteraan Karyawan
Pengusaha juga bertanggungjawab untuk memperhatikan dan memelihara karyawanya. Ini berarti bahwa perusahaan diharapkan dapat memberikan kepuasn kepada karyawan, misalnya:
- Memberikan gaji yang layak.
- Memelihara kondisi kerja yang baik.
- Memberikan hak kepada serikat kerja untuk memperoleh kesempatan yang sama bagi setiap karyawan.
Kalau hal-hal tersebut tidak diperhatikan, maka akibatnya akan terasa pada laba perusahaan. Beberapa perusahaan menganggap bahwa pembayaran upah yang memuaskan serta pemberian tunjangan tambahan dapat mendorong produktifitas yang lebih tinggi.
3. Memelihara Lingkungan Fisik
Tentunya masyarakat tidak mau menderita akibat polusi yang ditimbulkan oleh perusahaan. Oleh sebab itu perusahaan harus dapat mengatasi masalah polusi yang ditimbulkanya meskipun biaya yang dikeluarkan cukup tinggi. Apabila hal tesebut dikesampingkan, akan berdampak pada publisitas yang tidak menguntungkan yang berakibat pada turunya penjualan.
4. Kondisi Masyarakat di Sekitar Perusahaan
Faktor lingkungan lain yang menjadi tanggungjawab perusahaan untuk memeliharanya adalah kondisi masyarakat di sekitar perusahaan. Sering daerah ini merupakan daerah tempat tinggal atau daerah padat penduduk, dan hal ini sangat besar pengaruhnya terhadap kegiatan usaha perusahaan. Oleh sebab itu, kalau perusahaan ingin melakukan kegiatan bisnis yang baik harus memelihara hubungan masyarakat dengan baik.
I. Konsumerisme
| Add caption |
Konsumerisme dalam kajian ekonomi selalu menunjuk pada sebuah makna yakni prilaku konsumtif, perilaku yang secara nominal memperlihatkan tingkat permintaan yang lebih besar dari yang kebutuhan. Perilaku tentu merujuk pada tindakan yang sifatnya sangat personal. Sehingga kata konsumerisme ini sangat lazim dituduhkan kepada masyarakat secara umum sebagai kumpulan dari indiviidu. Upaya mereduksi makna ‘’konsumerisme’’ tentu merupakan hal yang tidak fair, sebab negara dalam posisi rezim hari ini sangat mempertontongkan kebijakan yang sangat rentang dengan prilaku konsmtif, sehingga masyarakatlah yang menanggung berbagi akibat dari prilaku tersebut terutama mencederai hak-hak rakyat dan rasa keadilan.
J. Pemasaran Dalam Lingkungan Yang Berubah
Lingkungan Pemasaran adalah lingkungan perusahaan yang terdiri dari pelaku dan kekuatan di luar pemasaran yang mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang berhasil dengan pelanggan sasaran. Perusahaan harus terus melakukan pengamatan secara terus menerus dan beradaptasi dengan lingkungan yang bersifat kompleks dan terus berubah-ubah. Dengan mempelajari lingkungan, perusahaan dapat menyesuaikan strategi perusahaan untuk memenuhi tantangan dan peluang pasar yang baru.
#Sumber : Budiarto,Teguh.1993. Dasar Pemasaran. Jakarta : QX Graphic Design