Entri Populer

Selasa, 29 November 2011

Cara Produktif Mengelola Usaha Sendiri



Mengelola usaha sendiri dan terlepas dari ikatan dengan suatu organisasi dimana kita adalah bosnya dan kita juga adalah karyawannya nampaknya pilihan yang menyenangkan. Kita tidak harus terikat dengan aturan baku sebuah perusahaan yang menghendaki datang, duduk di kantor, kerja, lalu pulang. Tidak harus terjebak kemacetan di jalan, punya banyak waktu bersama keluarga, bebas mengenakan pakaian sesuka kita, dll. Semua hal yang menyenangkan tersebut adalah juga yang mendorong orang membuat blog untuk usaha .

Namun disamping dengan yang indah-indah diatas untuk tetap produktif bekerja sendiri kita akan banyak pula menemukan tantangannya. Jika kita bekerja sendiri di rumah, baik kita sebagai frelancer, konsultan, atau pemilik usaha kecil, artinya kemampuan kita untuk mendapatkan pemasukan uang secara langsung terkait dengan seberapa produktif kita dan bagaimana kita mengelola bisnis kecil kita. Sebagai pekerja lepas, tidak pandai mengelola ketersediaan waktu sama dengan menghilangkan kesempatan mendapatkan uang.


Tips berikut ini semoga bisa membuat kita selalu fokus menjalani hari-hari kita dalam berkerja sebagai pekerja lepas.

1.       Menghargai jadwal kita sendiri
     Ketika kita bekerja di kantor, keluarga dan teman-teman pastilah akan menghormati jadwal kerja kita. Namun, bila kita bekerja dari rumah, orang pasti akan beranggapan kita memiliki waktu luang yang sangat banyak, dan kita dianggap bisa dihubungi untuk keperluan apa saja kapanpun orang inginkan, tetapi kita harus menyadari bahwa kita harus mengalokasikan waktu tertentu untuk kegiatan kita yang difokuskan pada pekerjaan kita sebagai pekerja lepas yang kita sendiri yang harus mengatur waktu kita. Dan begitupula waktu yang kita alokasikan untuk keperluan diluar urusan pekerjaan sehari-hari kita. Sangat penting untuk menetapkan batas-batas, jika diperlukan. Orang akan menghormati jadwal kita, hanya jika kita mematuhinya terlebih dahulu.

2.       Menetapkan batas waktu di tugas tertentu
Sangat mungkin kita akan menjadi terganggu, terutama ketika berhadapan dengan tugas yang menantang atau sedikit membosankan. Jika kita kehilangan fokus, tetapkan batasan waktu untuk melanjutkan pekerjaan tersebut yang sedang kita lakukan beberapa menit lagi, mungkin saja timbul ide baru yang menyalakan semangat kita dalam melakukan kegiatan tersebut dan bila tidak lakukan pekerjaan lain hingga timbul ide baru yang menyemangati kita meneruskan pekerjaan yang tertunda.

3.       Atur Tenggat waktu dengan disiplin.Mungkin kita akan sangat produktif ketika kita berada dalam waktu yang mendesak untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, sementara tugas yang sederhana yang tidak harus selesai dalam waktu yang singkat bisa jadi akan menghabiskan waktu berjam-jam hingga terselesaikan. Kita bisa beranggapan hal diatas sebagai sebuah fakta bahwa kita akan bisa bekerja lebih baik bila berada di bawah tekanan.

Ini menunjukkan bahwa kita perlu mengatur waktu untuk menyelesaikan suatu tugas dan kita harus disiplin dengan aturan waktu yang kita tetapkan.

4.       Hilangkan sesuatu yang berpotensi menjadi gangguan
Gangguan digital tidak hanya terbatas pada aktifitas di akun Facebook dan YouTube. Bisa jadi gangguan berasal dari rentetan jumlah email yang banyak dan IM dari teman dan rekan yang akhirnya menenggelamkan kita pada kesibukan mengurus email dan terlibat chatting dengan teman - teman sehingga waktu yang tersisa untuk sebuah pekerjaan utama kita menjadi berkurang. Mungkin kita perlu untuk log out dari semua akun online untuk menghindari semua itu. Kita dapat meluangkan waktu khusus untuk kegiatan diluar aktifitas kerja kita setelah tugas terselesaikan.

5.       Miliki ruangan khusus
Idealnya kita harus memiliki ruangan khusus sebagai kantor kita yang memungkinkan kita tidak mendapatkan gangguan dari aktifitas di luar ruangan kita. Menciptakan batas-batas berupa ruang seperti ini tidak hanya membantu kita menjadi lebih produktif "di tempat kerja," tetapi juga menjaga privasi kita selama waktu pribadi kita.

6.       Cari suasana lain (refreshing)
Jika kita merasa diri kita terjebak dalam suasana kehilangan ide, minat, dan merasa jemu kita bisa atasi dengan keluar ruangan, rileks di taman atau pergi ngopi di cafe yang tenang, dan bisa juga lakukan ritual keagamaan seperti sholat, zikir dll. Semua itu ditujukan untuk memuculkan ide-ide baru atau setidaknya mengistirahatkan pikiran yang kelelahan. Biasanya kemudian muncul ide terkait dengan tugas tersebut dan kita bisa melanjutkannya.

7.       Melakukan audit waktu
Sebagai pekerja lepas yang bekerja sendiri, penting untuk memahami bagaimana tepatnya kita menggunakan waktu kita. Kita perlu sering-sering melakukan audit rincian penggunaan waktu sehari - hari, dan menghitung seberapa lama waktu yang kita habiskan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan, dan waktu yang dihabiskan untuk keperluan lain. Ini penting dilakukan agar kita dapat mengelola pemanfaatan waktu dengan lebih baik dan membagi waktu untuk beragam aktifitas, baik untuk pekerjaan maupun untuk kegiatan bersama keluarga, teman dsb.

8.       Buat Daftar Tugas
Kita perlu memiliki beberapa daftar tugas yang berjalan pada waktu tertentu. misalnya tugas untuk diselesaikan harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Cobalah untuk menjaga daftar harian kita realistis dan serapi mungkin. Lalu berdisiplinlah untuk mengerjakannya.

9.       Hitung waktu luang yang tidak dimanfaatkan untuk pekerjaan utama
Apakah kita bekerja di rumah atau di kantor, tidak mungkin untuk tetap fokus selama berjam-jam. Istirahat merupakan bagian integral dari hari kerja, tapi pastikan kita menghitung jumlah waktunya. Jangan sampai karena kesibukan kita hingga kita merasa tidak lagi memiliki waktu untuk sekedar refreshing. Tidak juga karena keasyikan refresing lalu melalaikan tugas yang harus diselesaikan.






#Sumber : http://www.informasibisnis.net/2011/07/cara-agar-tetap-produktif-mengelola.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar