![]() |
Ada dua pengertian tentang waktu, yaitu sebagai kronos dan kairos.
- Kronos adalah waktu-waktu yang kita jalani, misalnya senin, selasa, sehari, sebulan, setahun. Seringkali kita menggunakannya pada istilah kronologis.
- Kairos adalah waktu yang bermakna bagi kita. Dari usia 0 tahun hingga 17 tahun kita menjalani kronos, tapi dalam kurun waktu itu pasti ada saat-saat penting yang membawa kesan tersendiri bagi kita, misalnya saat pertama masuk sekolah, saat bertengkar dengan sahabat, saat pertama kali jatuh cinta, saat gagal di ujian, saat menjadi juara di pertandingan olahraga. Itulah kairos, saat-saat bermakna dalam perjalanan hidup yang membentuk karakter individu.
Memanajemen Waktu Dengan Tepat
Jika kita memahami waktu sebagai kairos, kita akan menyadari bahwa waktu itu begitu berharga. Mungkin ada banyak hal yang ingin kita lakukan dan kita alami dalam hidup ini, bagaimana cara mengaturnya? Ada tiga hal yang harus kita miliki: Goal - Plan - Take Action.
a. Goal (tujuan)
Masing-masing orang tentu berbeda dalam cita-cita atau tujuan. Ini penting, karena banyak orang yang menjalani hari-hari hidupnya tanpa tahu untuk apa ia hidup. Hidup menjadi seperti petualangan tanpa arah atau hanya sebuah rutinitas. Padahal hidup adalah sebuah perjalanan yang perlu direncanakan dengan baik. Jika belum menemukan tujuan hidup, waktu dapat membantu merencanakan hal itu, bahkan dengan meminta bantuan pada orang yang mampu membimbing. Ini adalah langkah awal yang penting.
Setelah kita tahu apa yang ingin kita capai dalam hidup (ini adalah tujuan jangka panjang), kemudian dapat dilanjutkannya dengan membuat tujuan-tujuan atau target-target jangka pendek, sebagai langkah untuk mencapai tujuan akhir. Target untuk 5 tahun mendatang, target tahun ini, target semester ini, bahkan target hari ini. Tujuan (target) bisa lebih dari satu, misalnya target dalam bidang studi, pekerjaan, spiritual, dan sebagainya.
b. Plan (rencana)
"If you fail to plan, you plan to fail." Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya sebuah perencanaan. Jika kita sudah punya tujuan/target yang jelas, kita dapat merencanakan langkah dan cara untuk mencapai hal itu.
Beberapa langkah yang dapat kita lakukan adalah :
1) Mengatur aktivitas
Meng-evaluasi kembali aktivitas-aktivitas yang biasa dilakukan selama ini. Dari sekian banyak aktivitas yang ada, dapat dipilih mana yang perlu dilakukan, dan tidak, hingga aktivitas-aktivitas yang lebih baik dilakukan diwaktu luang.
2) Menentukan prioritas
Setelah seleksi aktivitas, terkadang terdapat dorongan untuk melakukan banyak hal lain, misalnya: kuliah, les Inggris, les musik, olahraga, kumpul dengan teman-teman, ikut organisasi atau pelayanan, bekerja paruh waktu, dan sebagainya. Jika melakukan semuanya, mungkin hasilnya tidak optimal, dan bisa jadi yang terpenting justru terabaikan.
Menentukan aktivitas-aktivitas yang harus mendapat prioritas utama, dan aktivitas-aktivitas yang boleh kita lakukan, namun pada porsi yang tepat, adalah cara efektif dalam membuat rencana.
3) Membuat rencana yang realistis
Jika telah terdapat target yang realistis, maka kita juga perlu membuat rencana yang realistis. Misalnya dalam semester pertama mempunyai target untuk mencapai IP di atas 2.5, maka hendaknya membuat rencana agar target itu tercapai. Dapat dengan membuat jadwal belajar secara teratur, dan sebagainya.
4) Melaksanakan rencana secara fleksibel
Terkadang rencana yang tersusun terganggu oleh hal-hal yang tidak terduga. Hal ini perlu diwaspadai, bukan dengan mengubah rencana karena hal-hal yang lain. Jikalau ada kegiatan di luar rencana yang harus dilakukan, maka aturlah waktu sehingga hal yang penting tetap dapat kita laksanakan.
5) Membuat agenda harian
Mempunyai jadwal kegiatan harian akan sangat membantu untuk memanajemen waktu yang dimiliki, namun tidak semua orang membuat secara detil. Target jangka panjang akan tercapai jika kita mampu mendisiplin diri untuk menyelesaikan target-target harian.
c. Take Action (bertindak)
Melakukan apa yang sudah direncanakan, karena jika tidak, semua target dan rencana yang telah dibuat tidak punya arti apa-apa.
Fungsi Manajemen Waktu
Mengelola waktu bukan berarti kehilangan waktu luang untuk bersenang-senang. Bukan pula berarti bahwa waktu dalam 24 jam per hari harus dihabiskan untuk belajar. Justru sebaliknya. Prinsip utama dari pengelolaan waktu secara efektif adalah pembagian waktu yang efektif untuk kegiatan-kegiatan yang meliputi: waktu untuk belajar, waktu untuk bekerja dan kegiatan sosial maupun waktu bagi diri sendiri untuk bersantai.
Bagaimanapun waktu untuk bersantai diperlukan oleh seorang mahasiswa selain waktu untuk belajar. Sebagian waktu untuk bersantai tersebut diperlukan untuk mengembalikan energi yang sudah terpakai untuk belajar dan bekerja. Baik belajar maupun bekerja membutuhkan energi yang tidak sedikit, terutama untuk berkonsentrasi dalam mengerjakan sesuatu. Energi yang terpakai untuk berkonsentrasi ini harus diganti. Jika tidak, maka sangat mungkin sekali seseorang mengalami perasaan tertekan atau stres.
Kiat utama untuk mengelola waktu belajar adalah kombinasi dari fleksibilitas dan disiplin. Seringkali jadwal belajar telah disusun, namun kemudian ada kegiatan mendadak yang harus diikuti. Hal ini mendorong untuk tetap berdisiplin namun sekaligus fleksibel untuk mengganti waktu yang hilang tersebut dengan mencari waktu lain. Bagaimanapun, belajar membutuhkan waktu dan seseorang harus memutuskan sendiri kapan akan belajar, juga perlu mengetahui kiat-kiat yang dapat dipergunakan untuk mengelola waktu belajar dengan efektif.
#Sumber : http://makalahpsikologi.blogspot.com/2011/10/manajemen-waktu-dan-penyelesaian-tugas.html


Tidak ada komentar:
Posting Komentar