Selasa, 29 November 2011

Cara Produktif Mengelola Usaha Sendiri



Mengelola usaha sendiri dan terlepas dari ikatan dengan suatu organisasi dimana kita adalah bosnya dan kita juga adalah karyawannya nampaknya pilihan yang menyenangkan. Kita tidak harus terikat dengan aturan baku sebuah perusahaan yang menghendaki datang, duduk di kantor, kerja, lalu pulang. Tidak harus terjebak kemacetan di jalan, punya banyak waktu bersama keluarga, bebas mengenakan pakaian sesuka kita, dll. Semua hal yang menyenangkan tersebut adalah juga yang mendorong orang membuat blog untuk usaha .

Namun disamping dengan yang indah-indah diatas untuk tetap produktif bekerja sendiri kita akan banyak pula menemukan tantangannya. Jika kita bekerja sendiri di rumah, baik kita sebagai frelancer, konsultan, atau pemilik usaha kecil, artinya kemampuan kita untuk mendapatkan pemasukan uang secara langsung terkait dengan seberapa produktif kita dan bagaimana kita mengelola bisnis kecil kita. Sebagai pekerja lepas, tidak pandai mengelola ketersediaan waktu sama dengan menghilangkan kesempatan mendapatkan uang.


Tips berikut ini semoga bisa membuat kita selalu fokus menjalani hari-hari kita dalam berkerja sebagai pekerja lepas.

1.       Menghargai jadwal kita sendiri
     Ketika kita bekerja di kantor, keluarga dan teman-teman pastilah akan menghormati jadwal kerja kita. Namun, bila kita bekerja dari rumah, orang pasti akan beranggapan kita memiliki waktu luang yang sangat banyak, dan kita dianggap bisa dihubungi untuk keperluan apa saja kapanpun orang inginkan, tetapi kita harus menyadari bahwa kita harus mengalokasikan waktu tertentu untuk kegiatan kita yang difokuskan pada pekerjaan kita sebagai pekerja lepas yang kita sendiri yang harus mengatur waktu kita. Dan begitupula waktu yang kita alokasikan untuk keperluan diluar urusan pekerjaan sehari-hari kita. Sangat penting untuk menetapkan batas-batas, jika diperlukan. Orang akan menghormati jadwal kita, hanya jika kita mematuhinya terlebih dahulu.

2.       Menetapkan batas waktu di tugas tertentu
Sangat mungkin kita akan menjadi terganggu, terutama ketika berhadapan dengan tugas yang menantang atau sedikit membosankan. Jika kita kehilangan fokus, tetapkan batasan waktu untuk melanjutkan pekerjaan tersebut yang sedang kita lakukan beberapa menit lagi, mungkin saja timbul ide baru yang menyalakan semangat kita dalam melakukan kegiatan tersebut dan bila tidak lakukan pekerjaan lain hingga timbul ide baru yang menyemangati kita meneruskan pekerjaan yang tertunda.

3.       Atur Tenggat waktu dengan disiplin.Mungkin kita akan sangat produktif ketika kita berada dalam waktu yang mendesak untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, sementara tugas yang sederhana yang tidak harus selesai dalam waktu yang singkat bisa jadi akan menghabiskan waktu berjam-jam hingga terselesaikan. Kita bisa beranggapan hal diatas sebagai sebuah fakta bahwa kita akan bisa bekerja lebih baik bila berada di bawah tekanan.

Ini menunjukkan bahwa kita perlu mengatur waktu untuk menyelesaikan suatu tugas dan kita harus disiplin dengan aturan waktu yang kita tetapkan.

4.       Hilangkan sesuatu yang berpotensi menjadi gangguan
Gangguan digital tidak hanya terbatas pada aktifitas di akun Facebook dan YouTube. Bisa jadi gangguan berasal dari rentetan jumlah email yang banyak dan IM dari teman dan rekan yang akhirnya menenggelamkan kita pada kesibukan mengurus email dan terlibat chatting dengan teman - teman sehingga waktu yang tersisa untuk sebuah pekerjaan utama kita menjadi berkurang. Mungkin kita perlu untuk log out dari semua akun online untuk menghindari semua itu. Kita dapat meluangkan waktu khusus untuk kegiatan diluar aktifitas kerja kita setelah tugas terselesaikan.

5.       Miliki ruangan khusus
Idealnya kita harus memiliki ruangan khusus sebagai kantor kita yang memungkinkan kita tidak mendapatkan gangguan dari aktifitas di luar ruangan kita. Menciptakan batas-batas berupa ruang seperti ini tidak hanya membantu kita menjadi lebih produktif "di tempat kerja," tetapi juga menjaga privasi kita selama waktu pribadi kita.

6.       Cari suasana lain (refreshing)
Jika kita merasa diri kita terjebak dalam suasana kehilangan ide, minat, dan merasa jemu kita bisa atasi dengan keluar ruangan, rileks di taman atau pergi ngopi di cafe yang tenang, dan bisa juga lakukan ritual keagamaan seperti sholat, zikir dll. Semua itu ditujukan untuk memuculkan ide-ide baru atau setidaknya mengistirahatkan pikiran yang kelelahan. Biasanya kemudian muncul ide terkait dengan tugas tersebut dan kita bisa melanjutkannya.

7.       Melakukan audit waktu
Sebagai pekerja lepas yang bekerja sendiri, penting untuk memahami bagaimana tepatnya kita menggunakan waktu kita. Kita perlu sering-sering melakukan audit rincian penggunaan waktu sehari - hari, dan menghitung seberapa lama waktu yang kita habiskan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan, dan waktu yang dihabiskan untuk keperluan lain. Ini penting dilakukan agar kita dapat mengelola pemanfaatan waktu dengan lebih baik dan membagi waktu untuk beragam aktifitas, baik untuk pekerjaan maupun untuk kegiatan bersama keluarga, teman dsb.

8.       Buat Daftar Tugas
Kita perlu memiliki beberapa daftar tugas yang berjalan pada waktu tertentu. misalnya tugas untuk diselesaikan harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Cobalah untuk menjaga daftar harian kita realistis dan serapi mungkin. Lalu berdisiplinlah untuk mengerjakannya.

9.       Hitung waktu luang yang tidak dimanfaatkan untuk pekerjaan utama
Apakah kita bekerja di rumah atau di kantor, tidak mungkin untuk tetap fokus selama berjam-jam. Istirahat merupakan bagian integral dari hari kerja, tapi pastikan kita menghitung jumlah waktunya. Jangan sampai karena kesibukan kita hingga kita merasa tidak lagi memiliki waktu untuk sekedar refreshing. Tidak juga karena keasyikan refresing lalu melalaikan tugas yang harus diselesaikan.






#Sumber : http://www.informasibisnis.net/2011/07/cara-agar-tetap-produktif-mengelola.html

Trik Melakukan Manajemen Uang


Masyarakat sekarang ini  harus pandai-pandai mengelola uang, maklum saja harga-harga terus meningkat sedangkan pendapatan cenderung konstan, atau bisa dikatakan jumlah kenaikan pengeluaran lebih besar dibandingkan jumlah kenaikan pendapatan. Jangan sampai pada akhir bulan kita berkata, “ Uang saya kok habis..?”


Berikut ada beberapa cara agar uang tidak lenyap dalam sekejap :

1. Manajemen Pengeluaran
Anda harus bisa membuat prioritas pengeluaran. Di kala uang kontrakan belum terbayar sedangkan anda sedang ingin sekali membeli handphone keluaran terbaru , sebaiknya simpan dulu keinginan pribadi anda yang kurang penting. Mari kita memprioritaskan pengeluaran yang memang penting & mendesak.

2. Manajemen Hutang
Bilamana tabungan tidak mencukupi, jalan keluar dari masalah ini adalah mencari pinjaman atau berhutang. Sekarang ini banyak sekali bank-bank yang menyediakan fasilitas kredit., mulai dari kartu kredit, kredit  tanpa agunan, sampai dengan kredit pemilikan rumah. Hendaknya kita mencari kreditor berbunga rendah, flexible, dan cicilan penggunaannya maximal 30% dari penghasilan. Lebih menguntungkan bila kita berhutang untuk memperoleh harta yang nilainya meningkat , seperti tanah atau rumah, daripada harta konsumtif yang hanya bikin kantong kering seperti mobil mewah.

3. Manajemen Masa Depan
Supaya uang tetap eksis di masa depan , kita perlu terus menginvestasikannya. Maka dari itu miliki harta produktif yang memberikan penghasilan di masa depan dan mulailah sejak dini agar target jumlah yang anda inginkan bisa tercapai. Misalnya memiliki rumah untuk dikontrakkan, atau investasi ke saham, deposito, obligasi, reksadana, dana pensiun, maupun asuransi.

4. Manajemen Resiko
Kita tidak mungkin lepas dari resiko. Oleh karena itu kita wajib memiliki dana cadangan yang dapat digunakan sewaktu-waktu jika ada pengeluaran mendadak. Selain itu, miliki juga asuransi yang tepat sesuai kebutuhan, baik untuk pribadi maupun untuk harta benda yang dimiliki. Yang terpenting : don’t put your eggs in one basket.

#Sumber : http://www.wealthindonesia.com/wealth-protection-and-preservation/mari-melakukan-manajemen-uang.html

Melatih Otak Kanan Dengan Al Quran



Bila kita membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an, maka posisi tulisan berbeda dengan tulisan latin biasa. Posisi yang saling bertolak belakang. Bila tulisan latin diawali dari sebelah kiri menuju sebelah kanan, kalau tulisan Al-Qur'an dimulai dari sebelah kanan menuju sebelah kiri. Memang kalau kita amati, semua amalan ibadah agama dimulai dari kanan. Ternyata hal itu dapat dijadikan terapi otak kita, yaitu melatih kemampuan otak kanan.



Sebelumnya ada baiknya kita ketahui dulu karakter yang dimiliki dua jenis otak ini. Fungsi otak kanan adalah divergen, analogi, kongkret, bebas, imajinatif, asosiatif, intuitif, majemuk, holistik, subyektif, simultan, fleksibel, kreatif, visual, pencari pola. Sedangkan fungsi otak kiri adalah konvergen, digital, abstrak, proporsional, analitik, linier, sekuensial, analitik, obyektif, satu-satu, kaku, matematikal, verbal, pengguna pola.

Si otak kanan berkarakter humoris, simple, menyenangkan, boros, lebih percaya intuisi, berantakan-kacau, ede = ekspresi diri, lebih memilih perasaan sebagai solusi masalah, suka bertualang, bermimpi besar, tukang sorak, “pelanggar aturan”, bebas, spontan.

Si otak kiri berkarakter serius, rumit, membosankan, hemat, lebih percayai fakta, rapi-terorganisir, ide = profitabilitas, lebih memilih keilmuan, hati-hati, berpengetahuan umum, pendukung diam, pembuat aturan, konservatif, mudah ditebak.

Selama ini kebanyakan kita terbiasa menggunakan otak kanan dalam segala kegiatan, padahal yang diinginkan adalah keseimbangan antara dua otak tersebut. Maka kita perlu mengadakan perubahan kecil dengan merubah pola itu.

Bagaimana Melatih Otak Kanan?

Purdie Chandra,”Yang saya alami sendiri, yakni melakukan dzikir dalam hati. Dzikir dalam hati dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Dzikir itu akan membuat sesuatu itu terjadi. Sementara, intuisi yang tajam akan menunjukkan sesuatu itu terjadi. Cara lain yaitu dengan melakukan sholat malam, atau Tahajud, dan sholat minta petunjuk atau Istikharah. Puasa juga dapat mencerdaskan otak kanan.

Membaca Al Qur’an. Kalau kita membaca Al Qur’an, dari kanan ke kiri, ini melatih otak kanan.




#Sumber : http://www.jurnaltaqin.com/2011/02/melatih-otak-kanan-dengan-al-quran.html

Legenda Gunung Tangkuban Perahu


Di Jawa Barat, tepatnya di Kabupaten Bandung terdapat sebuah tempat rekreasi yang sangat indah yaitu Gunung Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu artinya adalah perahu yang terbalik. Diberi nama seperti karena bentuknya memang menyerupai perahu yang terbalik. Konon menurut cerita rakyat parahyangan gunung itu memang merupakan perahu yang terbalik. Berikut ini ceritanya.

Beribu-ribu tahun yang lalu, tanah Parahyangan dipimpin oleh seorang raja dan seorang ratu yang hanya mempunyai seorang putri. Putri itu bernama Dayang Sumbi. Dia sangat cantik dan cerdas, sayangnya dia sangat manja. Pada suatu hari saat sedang menenun di beranda istana, Dayang Sumbi merasa lemas dan pusing. Dia menjatuhkan pintalan benangnya ke lantai berkali-kali. Saat pintalannya jatuh untuk kesekian kalinya Dayang Sumbi menjadi marah lalu bersumpah, dia akan menikahi siapapun yang mau mengambilkan pintalannya itu. Tepat setelah kata-kata sumpah itu diucapkan, datang seekor anjing sakti yang bernama Tumang dan menyerahkan pintalan itu ke tangan Dayang Sumbi. Maka mau tak mau, sesuai dengan sumpahnya, Dayang Sumbi harus menikahi anjing tersebut.

Dayang Sumbi dan Tumang hidup berbahagia hingga mereka dikaruniai seorang anak yang berupa anak manusia tapi memiliki kekuatan sakti seperti ayahnya. Anak ini diberi nama Sangkuriang. Dalam masa pertumbuhannya, Sangkuring se lalu ditemani bermain oleh seekor anjing yang bernama Tumang yang dia ketahui hanya sebagai anjing yang setia, bukan sebagai ayahnya. Sangkuriang tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan dan gagah perkasa.

Pada suatu hari Dayang Sumbi menyuruh anaknya pergi bersama anjingnya untuk berburu rusa untuk keperluan suatu pesta. Setelah beberapa lama mencari tanpa hasil, Sangkuriang merasa putus asa, tapi dia tidak ingin mengecewakan ibunya. Maka dengan sangat terpaksa dia mengambil sebatang panah dan mengarahkannya pada Tumang. Setibanya di rumah dia menyerahkan daging Tumang pada ibunya. dayanng Sumbi yang mengira daging itu adalah daging rusa, merasa gembira atas keberhasilan anaknya.

Segera setelah pesta usai, Dayang Sumbi teringat pada Tumang dan bertanya pada pada anaknya dimana Tumang berada. Pada mulanya Sangkuriang merasa takut, tapa akhirnya dia mengatakan apa yang telah terjadi pada ibunya. Dayang Sumbi menjadi sangat murka, dalam kemarahannya dia memukul Sangkuriang hingga pingsan tepat di keningnya. Atas perbuatannya itu Dayang Sumbi diusir keluar dari kerajaan oleh ayahnya. Untungnya Sangkuriang sadar kembali tapi pukulan ibunya meninggalkan bekas luka yang sangat lebar di keningnya.Setelah dewasa, Sangkuriang pun pergi mengembara untuk mengetahui keadaan dunia luar.

Beberapa tahun kemudian, Sangkuriang bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik. Segera saja dia jatuh cinta pada wanita tersebut. Wanita itu adalah ibunya sendiri, tapi mereka tidak saling mengenali satu sama lainnya. Sangkuriang melamarnya, Dayang Sumbi pun menerima dengan senang hati. Sehari sebelum hari pernikahan, saat sedang mengelus rambut tunangannya, Dayang Sumbi melihat bekas luka yang lebar di dahi Sangkuriang, akhirnya dia menyadari bahwa dia hampir menikahi putranya sendiri. Mengetahui hal tersebut Dayang Sumbi berusaha menggagalkan pernikahannya. Setelah berpikir keras dia akhirnya memutuskan untuk mengajukan syarat perkawinan yang tak mungkin dikabulkan oleh Sangkuriang. Syaratnya adalah: Sangkuriang harus membuat sebuah bendungan yang bisa menutupi seluruh bukit lalu membuat sebuah perahu untuk menyusuri bendungan tersebut. Semua itu harus sudah selesai sebelum fajar menyingsing.
Sangkuriang mulai bekerja. Cintanya yang begitu besar pada Sangkuriang memberinya suatu kekuatan aneh.

Tak lupa dia juga menggunakan kekuatan yang dia dapat dari ayahnya untuk memanggil jin-jin dan membantunya. Dengan lumpur dan tanah mereka membendung air dari sungai dan mata air. Beberapa saat sebelum fajar, Sangkuriang menebang sebatang pohon besar untuk membuat sebuah perahu. Ketika Dayang Sumbi melihat bahwa Sangkuriang hampir menyelesaikan pekerjaannya, dia berdoa pada dewa-dewa untuk merintangi pekerjaan anaknya dan mempercepat datangnya pagi.

Ayam jantan berkokok, matahari terbit lebih cepat dari biasanya dan Sangkuriang menyadari bahwa dia telah ditipu. Dengan sangat marah dia mengutuk Dayang Sumbi dan menendang perahu buatannya yang hampir jadi ke tengah hutan. Perahu itu berada disana dalam keadaan terbalik, dan membentuk Gunung Tangkuban Perahu(perahu yang menelungkub). Tidak jauh dari tempat itu terdapat tunggul pohon sisa dari tebangan Sangkuriang, sekarang kita mengenalnya sebagai Bukit Tunggul. Bendungan yang dibuat Sangkuriang menyebabkan seluruh bukit dipenuhi air dan membentuk sebuah danau dimana Sangkuriang dan Dayang Sumbi menenggelamkan diri dan tidak terdengar lagi kabarnya hingga kini.




#Sumber : www.bapusda.com

Senin, 28 November 2011

Upaya Pelestarian Reog Ponorogo

Sebenarnya Indonesia kaya akan keaneragaman kebudayaan namun kurangnya perhatian oleh masyarakat kalangan atas vatau pemerintah, budaya yang ada di Indonesia sedikit demi sedikit akan hilang karena akan tersingkir oleh budaya asing yang masuk keindonesia. Bangsa Indonesia harus benar-benar memfilter terhadap kebudayaan yang masuk ke Indonesia yaitu budaya asing yang menyalahi ideologi pancasila. Dengan cara menilai, mempertimbangkan, dan memutuskan layak atau tidaknya budaya tersebut masuk ke Indonesia.

Dari keanekaragaman kebudayaan di Indonesia, salah satunya yaitu Reog Ponorogo. Reog adalah salah satu budaya bangsa Indonesia yang masih eksis dan terus di kembangkan agar budaya tersebut bisa dilestarikan dan sebagai warisan yang tidak ternilai bagi anak cucu. Ada satu kejadian yang akan mengecap bahwa reog adalah milik negara Malaysia, namun Indonesia tetap mempertahankannya. Dengan kejadian tersebut hendaklah kita sebagai pemuda penerus bangsa harus melestarikan reog ponorogo. Apalagi bagi anda anggota kotareyog.com harus lebih siap sedia bila sewaktu-waktu kebudayaan kita direbut bangsa lain. 

Karena budaya adalah kekayaan bangsa. Reog ponorogo oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo dilestarikan dengan mengadakan acara rutin tahunan yaitu Grebeg Suro, yang biasanya acara tersebut diadakan pada malam satu suro. Pemkab ponorogo menggelar acara ini dalam taraf atau tingkatan nasional dari daerah manapun di indonesia bisa ikut partisipasi di dalamnya. beberapa tujuan yang dicapai adalah :
1. Hiburan untuk masyarakat
2. Melestarikan adat daerah dan budaya bangsa
3. Sebagai upaya pelestarian budaya bangsa pada para penerus bangsa.

Kalender Pendidikan Sekolah di Jepang

Sekolah di Jepang kebanyakan menggunakan sistem cawu (caturwulan). Pembagian sistem cawu adalah sebagai berikut :
  • Cawu I   : Awal April s/d akhir Juli
  • Cawu II  : Awal September s/d akhir Desember
  • Cawu III : Awal Januari s/d akhir Maret
Upacara penerimaan siswa baru di Jepang dilaksanakan pada bulan April. Pada bulan ini bunga sakura berkembang dengan indah. Dari akhir April hingga awal Mei ada libur kurang lebih sepekan yang disebut golden week ( 黄金の週).

Pada umumnya seragam sekolah ada dua macam, pemakaiannya disesuaikan dengan musim. Seragam musim panas (biasanya lengan pendek) dipakai dari awal Juni memakai sampai akhir September. Seragam musim dingin (biasanya kemeja lengan panjang dan jas) dari Oktober sampai akhir Mei.

Di musim panas, sekolah - sekolah libur panjang mulai akhir Juli hingga awal September.

Pada bulan Oktober, ada pertandingan olahraga yang disebut dengan taiikusai. Kemudian pada bulan November ada pekan budaya yang disebut bunkasai. Selasin dua kegiatan tersebut ada kegiatan rekreasi satu hari yang disebut ensoku.Di samping itu, ada rekreasi sebelum kelulusan yang disebut shougakuryukou. Kegiatan -kegiatan tersebut di atas dilaksanakan pada waktu yang berbeda menurut jadwal masing - masing sekolah.

Pada akhir Desember hingga awal Januari, libur musim dingin. Pelepasan siswa yang lulus dilaksanakan pada bulan Maret. Libur musim semi untuk siswa kelas 1 dan 2 berlangsung dari akhir Maret sampai awal April.
 







# Sumber : The Japan Foundation.2007. Buku Pelajaran Bahasa Jepang 1. Jakarta : The Japan Foundation

Ragam Musik Daerah Nusantara

Indonesia adalah sebuah negara yang terdiri dari ribuan pulau yang terbentang dari Papua hingga Aceh. Dari sekian banyaknya pulau beserta dengan masyarakatnya tersebut lahir, tumbuh dan berkembang seni tradisi yang merupakan identitas, jati diri, media ekspresi dari masyarakat pendukungnya. Hampir diseluruh wilayah Indonesia mempunyai seni musik tradisional yang khas. Keunikan tersebut bisa dilihat dari teknik permainannya, penyajiannya maupun bentuk/organologi instrumen musiknya.


Instrumen Musik Perkusi
Perkusi adalah sebutan bagi semua instrumen musik yang teknik permainannya di pukul, baik menggunakan tangan maupun stik. Dalam hal ini beberapa instrumen musik yang tergolong dalam alat musik perkusi adalah, Gamelan, Arumba, Kendang, kolintang, tifa, talempong, rebana, bedug, jimbe dan lain sebagainya.


1.    Gamelan adalah alat musik yang terbuat dari bahan logam. Gamelan berasal dari daerah Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, Jawa Timur juga di Jawa Barat yang biasa disebut dengan Degung dan di Bali (Gamelan Bali). Satu perangkat gamelan terdiri dari instrumen saron, demung, gong, kenong, slenthem, bonang dan beberapa instrumen lainnya. Gamelan mempunyai nada pentatonis/pentatonic.

2.   Talempong adalah seni musik tradisi dari Minangkabau/Sumatera Barat. Talempong adalah alat musik bernada diatonis (do, re, mi, fa, sol, la, ti, do)

3.   Kolintang atau kulintang berasal dari daerah Minahasa/ Sulawesi Utara. Kolintang mempunyai tangga nada diatonis/diatonic yang semua instrumennya terdiri dari bas, melodis dan ritmis. Bahan dasar untuk membuat kulintang adalah kayu. Cara untuk memainkan alat musik ini di pukul dengan menggunakan stik.

4.      Arumba (alunan rumpun bambu) berasal dari daerah Jawa Barat. Arumba adalah alat musik yang terbuat dari bhan bambu yang di mainkan dengan melodis dan ritmis. Pada awalnya arumba menggunakan tangga nada pentatonis namun dalam perkembangannya menggunakan tangga nada diatonis.

5.    Kendang adalah sejenis alat musik perkusi yang membrannya berasal dari kulit hewan. Kendang atau gendang dapat dijumpai di banyak wilayah Indonesia. Di Jawa barat kendang mempunyai peranan penting dalam tarian Jaipong. Di Jawa Tengah, Bali, DI Yogyakarta, Jawa timur kendang selalu digunakan dalam permainan gamelan baik untuk mengiringi, tari, wayang, ketoprak. Tifa adalah alat musik sejenis kendang yang dapat di jumpai di daerah Papua, Maluku dan Nias.

6.       Rebana adalah jenis gendang yang ukuran bervariasai dari yang kecil hingga besar. Rebana adalah alat musik yang biasa di gunakan dalam kesenian yang bernafaskan Islam. Rebana dapat di jumpai hampir di sebagian wilayah Indonesia.


Instrumen Musik Petik
1.       Kecapi adalah alat musik petik yang berasal dari daerah Jawa Barat. Bentuk organologi kecapi adalah sebuah kotak kayu yang diatasnya berjajar dawai/senar, kotak kayu tersebut berguna sebagai resonatornya. Alat musik yang menyerupai Kecapi adalah siter dari daerah Jawa tengah.

2.       Sasando adalah alat musik petik berasal dari daerah Nusa tenggara timur (Timor) kecapi ini terbuat dari bambu dengan diberi dawai/senar sedangkan untuk resonasinya di buat dari anyaman daun lontar yang mempunyai bentuk setengah bulatan.

3.       Sampek (sampe/sapek) adalah alat musik yang bentuknya menyerupai gitar berasal dari daerah kalimantan. Alat musik ini terbuat dari bahan kayu yang di penuhi dengan ornamen/ukiran yang indah. Alat musik petik lainnya yang bentuknya menyerupai sampek adalah Hapetan daerah Tapanuli, Jungga dari daerah Sulawesi Selatan.

Instrumen Musik Gesek
Instrumen musik tradisional yang menggunakan teknik permainan digesek adalah Rebab. Rebab berasal dari daerah Jawa barat, Jawa Tengah, Jakarta (kesenian betawi). Rebab terbuat dari bahan kayu dan resonatornya ditutup dengan kulit tipis, mempunyai dua buah senar/dawai dan mempunyai tangga nada pentatonis. Instrumen musik tradisional lainnya yang mempunyai bentuk seperti rebab adalah Ohyan yang resonatornya terbuat dari tempurung kelapa, rebab jenis ini dapat dijumpai di Bali, Jawa dan Kalimantan Selatan.


Instrumen Musik Tiup
  1. Suling adalah instrumen musik tiup yang terbuat dari bambu. hampir semua daerah di indonesia dapat dijumpai alat musik ini. Saluang adalah alat musik tiup dari Sumatera Barat, serunai dapat dijumpai di sumatera utara, Kalimantan. Suling Lembang berasal dari daerah Toraja yang mempunyai panjang antara 40-100cm dengan garis tengah 2 cm.
  1. Tarompet, serompet, selompret adalah jenis alat musik tiup yang mempunyai 4-6 lubang nada dan bagian untuk meniupnya berbentuk corong. Seni musik tradisi yang menggunakan alat musik seperti ini adalah kesenian rakyat Tapanuli, Jawa Barat, Jawa Timur, Madura, Papua.



 # Sumber : http://elang-musik.com/archives/121

    1.   

    Gaya Manajemen Perusahaan Jepang


    Kenichi Ohmae (1982) menyebutkan, keberhasilan Jepang dalam menerobos pasaran internasional dimungkinkan oleh kemampuan mereka dalam pemikiran strategis dan memformulasikan strategi. Dia menyebutkan, strategi perusahaan Jepang dibangun atas landasan 3 C, yaitu :
    • pelanggan (customer), 
    • perusahaan (corporation), dan 
    • pesaing (competitor).
    Strategi ini dikendalikan oleh tiga sumber daya utama, yaitu manusia, uang, dan harta tetap. Kemampuan bangsa Jepang untuk berdiri dan melangkah maju tidak terlepas dari ciri - ciri warganya yang mau belajar, bersikap rasional, dan mampu menyerap segala hal yang dianggap menguntungkan dalam jangka panjang.

    Gaya manajemen perusahaan Jepang antara lain :
    1. Konsep Jepang mengenai perusahaan sangat berbeda. Jepang memandang perusahaan sebagai kumpulan manusia dan pemegang saham sebagai pihak yang meminjamkan uang (kreditur), bukan sebagai penanam modal.
    2. Perusahaan berorientasi pada pengembangan karyawan sehingga organisasi lebih berfungsi sebagai sistem organisasi daripada sistem mekanistis. Dengan kata lain, organisasi tidak membedakan antara pemikir dengan pekerja.
    3. Pemerintah lebih berperan sebagai pembina (coach) dan tidak sebagai kapten.
    4. Pengusaha Jepang secara mantap memilih untuk merubah daerah pertempuran dalam "serangan" mereka atas pasaran asing agar cocok dengan keunggulan strategisnya.
    5. Dalam hal teknologi, Jepang lebih tertarik memperhatikan produksi, mutu, dan peningkatan penghasilan.Mereka lebih suka memasuki pasaran Amerika setelah berhasil menguasai Asia. 










      #Sumber : M.Herujito,Yayat.2001.Dasar - Dasar Manajemen.Jakarta : GRASINDO.

      Tradisi Syiar Islam di Jawa Tengah

      Tradisi syiar Islam yang dilakukan Wali Songo di Tanah Jawa dapat dibilang melahirkan berbagai nilai dalam prinsip spiritual kebudayaan Jawa. Karena pada masa itu para wali melakukan pendekatan budaya sebagai salah satu cara menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat Jawa.

      Menurut dalang Ki Manteb Soedarsono,dalam ajaran Islam Jawa kuno terdapat lima aturan atau pakem bila ingin selamat dari bahaya. Kelima pakem ini adalah sembah cipto, raga, jiwo, roso, dan sukmo.
      • Sembah cipto   = syahadat Islam
      • Sembah raga    = shalat
      • Sembaf jiwo     = kalbu
      • Sembah roso    = bersedekah
      • Sembah sukmo = berserah diri kepada Allah
      Dalam prinsip kosmologi masyarakat Jawa, ketika seseorang ingin menggapai cita - cita, biasanya harus melakukan penyucian diri. Dalam menggapai kesucian itu, orang harus bisa menahan nafsu yang ada di dalam dirinya. Cara yang paling tepat adalah berpuasa.

      Selain dikemas dalam paugeran atau aturan tak tertulis, nilai - nilai syiar Wali Songo juga berkembang dalam tembang - tembang Jawa. Misalnya,dalam syair lagu Tombo Ati yang dipopulerkan oleh Opick.

       Menyimpan pesan spiritual dalam sebuah simbol juga menjadi salah satu ciri spiritual masyarakat Jawa. Contohnya simbol di Kayon yang kerap dipakai dalam wayang kulit. "Kayon itu kayun, kayun itu karep, karep artinya hidup. Sementara hidup itu datangnya dari Allah, " kata Ki Manteb.


      Ada pula simbol tumpengan. Menyambut Ramadhan, masyarakat lereng Gunung Kawu, Jawa Tengah kerap membuat nasi tumpeng. Hal ini untuk memulai ritual membersihkan diri di sumber mata air di gunung itu. Tumpengan ini adalah simbol yang sangat dalam pada kehidupan masyarakat tresebut. Pada ritual ini, nasi tumpeng dibawa bersama kirab warga untuk didekatkan dengan sumber mata air. Ritual kemudian diiringi lantunan bunyi - bunyian lesung sebagai bentuk ungkapan rasa suka cita datangnya bulan puasa.


      Tak hanya itu, berbagai acara kesenian tradisional juga digelar masyarakat setempat. Diantaranya ialah kuda lumping. Namun, acara ini murni digelar untuk hiburan dan jauh dari magis.
                                                                                             


      # Sumber : diolah dari berbagai sumber

      Prosesi Pernikahan Keraton Surakarta

      Pesta pernikahan adat Surakarta yang lengkap memerlukan banyak hal. Dan pesta tersebut tidak dapat terlaksana tanpa bantuan seorang profesional. Orang yang bertanggung jawab mengatur segala persiapan pernikahan adat Jawa tersebut disebut Pemaes, yang mewakili pihak mempelai perempuan. Prosesi pernikahannya terdiri atas :

      A.      Lamaran
      Keluarga calon mempelai pria mendatangi (atau mengirim utusan ke) keluarga calon mempelai perempuan untuk melamar putri keluarga tersebut menjadi istri putra mereka. Pada acara ini, kedua keluarga jika belum saling mengenal dapat lebih jauh mengenal satu sama lain, dan berbincang-bincang mengenai hal-hal yang ringan. Biasanya keluarga dari calon mempelai perempuan yang mempunyai hak menentukan lebih banyak, karena merekalah yang biasanya menentukan jenis pernikahannya. Jika lamaran diterima, maka kedua belah pihak akan mulai mengurus segala persiapan pernikahan.


                       B.   Persiapan Pernikahan
      Setelah lamaran diterima, maka hal selanjutnya yang dilakukan adalah mempersiapkan pesta pernikahan. Pesta pernikahan Jawa adat Surakarta yang lengkap memerlukan banyak hal, dan pesta tersebut tidak dapat terlaksana tanpa bantuan seorang profesional. Orang yang bertanggung jawab mengatur segala persiapan pernikahan adat Jawa tersebut disebut Pemaes yang mewakili mempelai perempuan. Pemaes atau juru rias ini antara lain bertanggung jawab mengatur pakaian dan rias muka yang akan dikenakan oleh kedua pengantin. Selain itu panitia yang terdiri dari sang Pemaes dan kerabat-kerabat dekat pengantin juga mengatur berbagai hal seputar pesta yang akan dilangsungkan:
                - makanan dan minuman yang akan disajikan
         - tari-tarian dan musik (biasanya musik gamelan)
         - pembawa acara (emcee) yang akan diundang
         - acara Siraman
         - acara Ijab dan saksi-saksinya
         - kata sambutan
         - keamanan, transportasi, komunikasi, dokumentasi
         - sewa gedung (akomodasi), perlengkapan pesta, dan lain-lain
         - dekorasi tempat pernikahan


      C.      Hiasan Pernikahan
      Sehari sebelum pernikahan, biasanya gerbang rumah pengantin perempuan akan dihiasi janur kuning yang terdiri dari berbagai macam tumbuhan dan daun-daunan:

      §  2 pohon pisang dengan setandan pisang masak pada masing-masing pohon, melambangkan suami yang akan menjadi kepala rumah tangga yang baik dan pasangan yang akan hidup baik dan bahagia dimanapun mereka berada (seperti pohon pisang yang mudah tumbuh dimanapun).
      §  Tebu Wulung atau tebu merah, yang berarti keluarga yang mengutamakan pikiran sehat.
      §  Cengkir Gading atau buah kelapa muda, yang berarti pasangan suami istri akan saling mencintai dan saling menjagai dan merawat satu sama lain.
      §  Berbagai macam daun seperti daun beringin, daun mojo-koro, daun alang-alang, dadap serep, sebagai simbol kedua pengantin akan hidup aman dan keluarga mereka terlindung dari mara bahaya.

      Selain itu di atas gerbang rumah juga dipasang bekletepe yaitu hiasan dari daun kelapa untuk mengusir roh-roh jahat dan sebagai tanda bahwa ada acara pernikahan sedang berlangsung di tempat tersebut.


      D.      Upacara Siraman
      Acara yang dilakukan pada siang hari sebelum Ijab atau upacara pernikahan ini bertujuan untuk membersihkan jiwa dan raga. Siraman biasanya dilakukan di kamar mandi atau taman keluarga masing-masing dan dilakukan oleh orang tua atau wakil mereka.

      Ada tujuh Pitulungan atau penolong (Pitu artinya tujuh)- biasanya tujuh orang yang dianggap baik atau penting - yang membantu acara ini. Airnya merupakan campuran dari kembang setaman yang disebut Banyu Perwitosari yang jika memungkinkan diambil dari tujuh mata air dan melambangkan kehidupan. Keluarga pengantin perempuan akan mengirim utusan dengan membawa Banyu Perwitosari ke kediaman keluarga pengantin pria dan menuangkannya di dalam rumah pengantin pria.

      Acara siraman diawali oleh orang tua dan ditutup oleh Pemaes yang kemudian dilanjutkan dengan memecahkan kendi.


                        E.      Pecah Kendi
      Kendi yang digunakan untuk siraman diambil. Ibu pengantin perempuan atau Pameas(untuk siraman pengantin pria) atau orang yang terakhir akan memecahkan kendi dan mengatakan: "Wis Pecah Pamore" - artinya sekarang sang pengantin siap untuk menikah.


                        F.      Pangkas Rikma lan Tanam Rikma
      Acara memotong sedikit rambut pengantin perempuan dan potongan rambut tersebut ditanam di rumah belakang.

                       G.      Ngerik
      Setelah acara Siraman, pengantin perempuan duduk di dalam kamarnya. Pemaes lalu mengeringkan rambutnya dan memberi pewangi di rambutnya. Rambutnya lalu disisir dan digelung atau dibentuk konde. Setelah Pameas mengeringkan wajah dan leher sang pengantin, lalu ia mulai mendandani wajah sang pengantin. Lalu sang pengantin akan dipakaikan baju kebaya dan kain batik. Sesajian untuk upacara Ngerik pada dasarnya sama untuk acara siraman. Biasanya supaya lebih mudah sesajian untuk siraman digunakan / dimasukkan ke kamar pengantin dan dipakai untuk sesajian upacara Ngerik.

      H.      Upacara Midodaren
      Acara ini dilakukan pada malam hari sesudah siraman. Midodaren berarti menjadikan sang pengantin perempuan secantik dewi Widodari. Pengantin perempuan akan tinggal di kamarnya mulai dari jam enam sore sampai tengah malam dan ditemani oleh kerabat-kerabatnya yang perempuan. Mereka akan bercakap-cakap dan memberikan nasihat kepada pengantin perempuan.

      Orang tua pengantin perempuan akan memberinya makan untuk terakhir kalinya, karena mulai besok ia akan menjadi tanggung jawab suaminya.

      I.      Peningsetan
      Peningsetan yang berasal dari kata 'singset' atau langsing, memiliki arti untuk mempersatukan; Kedua keluarga mempelai setuju untuk kedua anak mereka disatukan dalam tali pernikahan. Acara ini disebut juga acara serah-serahan - bisa diartikan sang calon mempelai perempuan 'diserahkan' kepada keluarga calon mempelai pria sebagai menantu mereka atau calon mempelai pria nyantri di kediaman keluarga calon mempelai perempuan.

      J.      Upacara Ijab
      Ijab atau ijab kabul adalah pengesahan pernihakan sesuai agama pasangan pengantin. Secara tradisi dalam upacara ini keluarga pengantin perempuan menyerahkan / menikahkan anaknya kepada pengantin pria, dan keluarga pengantin pria menerima pengantin wanita dan disertai dengan penyerahan emas kawin bagi pengantin perempuan. Upacara ini disaksikan oleh pejabat pemerintah atau petugas catatan sipil yang akan mencatat pernikahan mereka di catatan pemerintah.


      K.      Pawai (untuk anggota kerajaan)
      Untuk pernikahan anggota kerajaan Surakarta, setelah upacara panggih diakhiri dengan pawai yang meriah agar seluruh warga kota Solo dapat melihat anggota kerajaan yang baru menikah. Pada acara ini seluruh anggota keraton termasuk tentara keraton berpakaian serba tradisional. Jika yang menikah adalah seorang pangeran, maka sang pangeran mengendarai kuda di bagian paling belakang pawai, di belakang kereta kerajaan yang berisi sang istri pangeran. Prosesi pawai mengelilingi halaman keraton selama satu kali kemudian iring-iringan akan memasuki halaman keraton.


      Sebagai hiasan, sepasang kembar mayang diletakkan di samping kanan dan kiri tempat duduk pengantin selama resepsi pernikahan. Kembar mayang hanya digunakan jika pasangan pengantin belum pernah menikah sebelumnya.

      Setelah itu pengantin laki-laki (dengan ditemani kerabat dekatnya (orang tuanya tidak boleh menemaninya dalam acara ini) tiba di depan gerbang rumah pengantin perempuan dan pengantin perempuan keluar dari kamar pengantin dengan diapit oleh dua orang tetua perempuan dan diikuti dengan orang tua dan keluarganya. Di depannya dua anak perempuan (yang disebut Patah) berjalan dan dua remaja laki-laki berjalan membawa kembar mayang


      L.      Resepsi
      Setelah semua upacara selesai dilakukan, saatnya untuk resepsi pernikahan dan para tamu mulai makan dan minum makanan tradisional Solo dengan disertai tari tradisional Jawa dan musik gamelan. Acara foto-foto dan salam-salaman dengan kedua pengantin juga dilangsungkan

















      #Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Pernikahan_adat_Surakarta

      Menumbuhkan Kesadaran Bernegara Bagi Para Pemuda

       
      Indonesia tanah air beta, pusaka abadi nan jaya.
      Indonesia sejak dulu kala selalu dipuja-puja bangsa.
      Disana tempat lahir beta, dibuai dibesarkan bunda.
      Tempat berlindung di hari tua.
      Sampai akhir menutup mata.






      Sebuah sajak karya Ismail Marzuki menyatukan jiwa bangsa Indonesia, menggelorakan semangat persatuan bangsa sampai akhir hayat. Sepintas, lirik lagu di atas hanyalah nyanyian wajib yang biasa dilagukan setiap upacara bendera di sekolah-sekolah. Namun, sama sekali bukan itu maksud sang composer lagu. Lagu tersebut ditujukan kepada siapapun jiwa yang rindu pada tanah air Indonesia yang asri, aman, dan nyaman. Tidak terlepas apakah dia berada di dalam negeri ataupun luar negeri.

      Semangat perjuangan bangsa ini memperebutkan kemerdekaan sangatlah panjang. Tidak hanya stagnan sampai tercapainya kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, namun berlanjut hingga sekarang. Hanya cara perjuangannya saja yang berbeda.

       Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, merdeka artinya bebas dari penghambaan, penjajahan, dan lain-lain; berdiri sendiri; tidak terkena atau lepas dari tuntutan; tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; atau leluasa. Memang, ada banyak persepsi yang dijabarkan oleh KBBI tersebut. Namun, hal penting yang dapat ditangkap adalah bahwa merdeka itu “mandiri”. Bagaimana dengan bangsa Indonesia?

      Semangat perjuangan bangsa ini tampaknya sudah robek oleh masuknya arus globalisasi. Secara ekonomi, memang arus globalisasi dapat meningkatkan volume perdagangan. Namun, tidak sepantasnya kita melihat hanya dari satu sisi keuntungan belaka. Masih ada berbagai macam segi kehidupan yang berdampak pada “zaman global” sekarang. Yah, “multiflier effect”, begitulah namanya.

      Sebagai sebuah sistem yang sangat kompleks, negara Indonesia memiliki beribu pulau yang sampai saat ini belum kesemuanya terdata. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan zamrud di khatulistiwa yang membuat semua orang di luar sana iri dengan kekayaan alam yang dimilikinya. Namun, belum tentu dengan kekayaan sumber daya manusianya. Walaupun penduduk Indonesia lebih kurang ¼ milyar orang, hanya secuil saja yang memiliki kualitas mendunia dan beretika. Tidak semuanya dapat dibanggakan dari Indonesia.

      Negara Jepang pernah beretorika untuk “meminjam” negara Indonesia di bawah kekuasaan mereka. Melihat potensi yang ada di bumi Indonesia, mereka yakin, hanya dengan 5 tahun, jika mereka yang mengelola, Indonesia akan lebih makmur dari negara Jepang itu sendiri. Hal yang sangat memalukan bagi wajah pemuda bangsa yang katanya penuh dengan semangat ini. Hanya dengan dua musim utama, lebih sedikit dibanding negara dengan empat musim, seharusnya Indonesia memang lebih makmur karena tantangan yang dihadapi tidak sebesar negara lain. Namun faktanya? Ternyata, ada yang salah dengan bangsa kita. Bangsa kita sakit. Sakit yang mengakar. Walaupun sudah “terdeteksi” apa penyakitnya, namun upaya penyembuhannya sangatlah sulit.

      Sadarkah kita, para pemuda, dengan setiap jengkal yang kita pijak adalah harta bagi anak cucu kita? Indonesia menyimpan beragam Sumber Daya Alam (SDA) yang diwariskan oleh Tuhan. Namun, kesalahan manajemen dari “atasan” penguasa negara ini membuat semuanya tidak termanfaatkan seoptimal mungkin. Sayang memang kedengarannya. Namun, inilah Indonesia kita. Negara dengan sejuta kekayaan alam dan juga semilyar masalah tak terselesaikan.

      Di zaman globalisasi ini, landasan utama berpijak bagi pemuda adalah kekayaan lokal dan pemanfaatan potensinya. Gejolak yang sedang terjadi adalah, pemuda Indonesia sendiri pun terkadang enggan dan malu dengan bangsanya. Buktinya? Banyak. Terkadang kita tidak sadar melakukannya. Penggunaan produk-produk asing yang memang bukan dari Indonesia alias “imporan” telah terbukti dengan sukses meruntuhkan industri dalam negeri. Tas luar negeri. Baju luar negeri. Apapun itu serba merek luar negeri. Nilai prestise-nya terasa jauh lebih memuaskan dibandingkan produk asli dalam negeri. Harga memang bersaing, kualitas pun tidak jauh beda. Namun, mengapa ini terjadi? Saya mengartikannya sebagai sebuah ketidakpercayaan diri terhadap bangsa.

      Sekarang, sedang rame-ramenya terpampang jargon “100% Love Indonesia”. Memang, ini merupakan produk asli Indonesia. Sebagai langkah awal dalam mewujudkan rasa cinta akan produk dalam negeri, menurut hemat saya, hal ini berhasil. Namun, bukan hanya dari aspek produknya, kualitas juga adalah hal yang tidak boleh dilupakan. Kebanyakan barang Indonesia gagal bersaing di pasaran internasional karena kualitas yang berada sedikit di bawah barang asing.

      Jika ditilik dari aspek nasionalisme, terutama dalam bertutur kata, terjadi juga ketidak-PD-an pemuda bangsa. Banyaknya istilah yang dicampuradukkan tanpa jelas asal usulnya dapat menghilangkan bahasa asli Indonesia di masa depannya. Memang, hal ini memperkaya bahasa kita sendiri, namun efek negatifnya jauh lebih besar. “Zaman berbahasa Inggris”, begitulah alasan yang dinyatakan. Haruskah Bahasa Inggris menggerus Bahasa Indonesia kita?

      Dimana peran generasi muda brilian yang dihasilkan oleh banyak perguruan tinggi di Indonesia ini? Tenggelam entah kemana, begitulah keadaannya. Ketidakberdayaan ini dengan mudah dimanfaatkan bangsa-bangsa asing yang rakus dan iri dengan kekayaan Indonesia. Yah, kita sudah sering mendengar konflik perbatasan Indonesia dan Malaysia. Sampai akhirnya Pulau Ambalat jatuh ke tangan Malaysia. Perlahan namun pasti, kegiatan perampasan pulau Indonesia oleh orang lain menjadi lazim bagi “negara korban” ini sendiri.  Aturan sudah jelas namun aplikasi dari oknumnya saja yang tidak beres.

      Kecintaan terhadap tanah air hendaknya ditanamkan dari pendidikan dini. Lagu-lagu kebangsaaan, tradisi dan tari-tarian daerah, tayangan TV yang mendidik generasi bisa menjadi contohnya. Saat ini, telah terjadi pergeseran kebudayaan di semua lapisan. Anak-anak sudah kehilangan jati diri mereka sendiri dan dipaksakan dengan jati diri dan kebiasaan orang lain. Ibarat buah yang dikarbit. Cepat masak, namun kualitas melempem. Tidak ada lagi masa kanak-kanak yang penuh dengan permainan sederhana dan menyenangkan. Hal ini jelas berpengaruh terhadap sikap sosialisasi sang anak dengan lingkungannya. Sang anak yang akan menjadi generai penerus bangsa ini dipaksa mengikuti perkembangan zaman secara instan tanpa adanya “dinding” pelindung mereka yaitu kebudayaan timur yang tertanam kuat.

      Memang ada banyak masalah yang sedang melanda negara ini. Namun, sebagai negara yang bijak, hendaknya masalah yang dihadapi semakin menguatkan sendi-sendi kesiapsiagaannya. Ambillah makna dari setiap kejadian yang ada. Saya yakin bahwasannya masyarkat Indonesia memiliki kelebihan yang dahsyat. Hanya saja karena aksi kebijakan dari regulasi pemerintah yang tidak pro-rakyat menyebabkan potensi itu tenggelam. Ada banyak bibit generasi muda yang dapat dibanggakan dari negara ini.

      Indonesia mulai dilirik negara lain dari bidang prestasinya di sektor pendidikan. Olimpiade Fisika, Matematika, Kimia pernah dijuarai oleh Indonesia. Bahkan di bidang Fisika, Indonesia sempat meraih emas dan mengalahkan negara-negara lain di dunia. Sebuah prestasi yang membanggakan di tengah kesemrawutan birokrasi di bangsa ini.

      Terlebih lagi jika kita berbicara mengenai kasus korupsi. Berdasarkan data yang dirilis tahun 2010 oleh PERC (Political & Economic Risk Consultancy) yang berbasis di Hongkong, Indonesia menempati urutan Pertama dalam nominasi 16 Negara Terkorup di Asia Pasifik. Sangat memalukan memang. Namun itulah wajah asli dari Indonesia. Bagaikan kombinasi hitam putih yang menghasilkan warna abu-abu. Semua serba tidak jelas.  Namun, dibalik kesemua itu, Indonesia mulai berbenah diri untuk memperbaiki kondisinya. Peran aktif dari Pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan sebagai penawar racun tersebut.

      Kekompleksitasan masalah di atas memaksa kita untuk melakukan sebuah perubahan mendasar ke arah yang baik. Sejarah yang sudah terjadi hendaknya dijadikan pelajaran untuk merencanakan “what’s next” daripada menyalahkan oknum pelakunya. Pemerintahan di masa depan seharusnya bersifat meritocracy. Hal ini mengisyaratkan siapa yang layak dialah yang benar-benar harus berada di tingkat atas negara ini. Itulah para pemuda bangsa yang memiliki etika.

      Indonesia sebenarnya kaya. Kaya akan potensi dunia yang meng-iri-kan negara lain, potensi ide dari ¼ Milyar penduduknya. Tapi semua menjadi “sleeping giant” yang tak tahu entah kapan akan terbangun. Seandainya potensi “tertidur” itu dapat kita manfaatkan seoptimal mungkin, bukan tidak mungkin, negara ini kelak akan menjadi negara super power menggeser negara Amerika Serikat. Mulai sekarang, wahai para pemuda, bangkitlah. Bangunkan potensi yang ada pada dirimu demi kesejahteraan bangsamu. Memang tidak mudah. Semua butuh proses. Lebih baik berusaha daripada tidak sama sekali.




      #Sumber : http://kem.ami.or.id/2011/11/menumbuhkan-kesadaran-bernegara-bagi-para-pemuda/