Minggu, 20 Oktober 2013

Tips Mengelola Keuangan Keluarga


Masalah keuangan adalah hal yang umum dialami keluarga muda, apalagi di tahun-tahun pertama menjalani kehidupan berumahtangga. Belum lagi si kecil tak lama kemudian hadir di tengah Anda dan pasangan. Benarkah masalahnya terletak dari besar-kecilnya pendapatan keluarga?

“Seringkali masalahnya bukan terletak pada penghasilan yang kurang, tapi kebiasaan yang salah dalam mengelola uang,” ungkap Ligwina Hananto, ahli perencanan keuangan dalam sebuah acara Ayahbunda beberapa waktu lalu. Ternyata, dalam kenyataan, seorang ayah yang berpenghasilan ratusan juta rupiah bisa mengalami shock ketika menemukan uangnya tinggal Rp. 500.000,00 sebelum akhir bulan. 

Ligwina memberikan beberapa kunci untuk mengelola keuangan secara sederhana:
  1. Pahami portfolio keuangan keluarga Anda. Jangan sampai Anda tak tahu isi tabungan, jumlah tagihan listrik, telepon, servis mobil, belanja, biaya periksa dokter dan lainnya. Anda harus tahu berapa hutang kartu kredit, pinjaman bank atau cicilan rumah dan mobil.                                                    
  2. Susun rencana keuangan atau anggaran. Rencana keuangan yang realistis membantu Anda bersikap obyektif soal pengeluaran yang berlebihan. Tak perlu terlalu ideal, sehingga lupa kebutuhan diri sendiri. Tak ada salahnya memasukkan kebutuhan pergi ke salon, spa atau clubbing. Yang penting, anggarkan jumlah yang realistis dan Anda pun harus patuh dengan anggaran tersebut.                                                                  
  3. Pikirkan lebih seksama pengertian antara “butuh” dan “ingin”. Tak jarang kita membelanjakan uang untuk hal yang tak terlalu penting atau hanya didorong keinginan, bukan kebutuhan. Buatlah daftar berupa tabel yang terdiri dari kolom untuk item belanja, kebutuhan dan keinginan. Setelah mengisi kolom item belanja, isilah kolom “kebutuhan” dan “keinginan” dengan tanda cek (V). Dari sini pertimbangkan dengan lebih matang, benda atau hal yang perlu Anda beli/penuhi atau tidak.                                  
  4. Hindari hutang. Godaan untuk hidup konsumtif semakin besar. Tapi bukan berarti dengan mudah Anda membeli berbagai benda secara kredit. Tumbuhkan kebiasaan keuangan yang sehat dimulai dari yang sederhana, seperti tak memiliki hutang konsumtif.                                                        
  5. Meminimalkan belanja konsumtif. Bertemu teman lama untuk bertukar pikiran di kafe terkadang memang perlu, tapi tak berarti Anda harus melakukannya di setiap Jumat sore. Anda bisa gunakan pengeluaran ini untuk menabung atau memenuhi kebutuhan lain.                                       
  6. Tetapkan tujuan atau cita-cita finansial. Susun target keuangan yang ingin Anda raih secara berkala, bersama pasangan. Tetapkan tujuan spesifik, realistis, terukur dan dalam kurun waktu tertentu. Tujuan ini membantu Anda lebih fokus merancang keuangan. Misalnya, bercita-cita punya dana pendidikan prasekolah berstandar internasional dan sebagainya.                                                                                      
  7. Menabung, menabung, menabung. Ubah kebiasaan dan pola pikir. Segera setelah menerima gaji, sisihkan untuk tabungan dalam jumlah yang telah Anda rencanakan sesuai tujuan atau cita-cita finansial keluarga Anda. Sebaiknya, Anda memiliki rekening terpisah untuk tabungan dan kebutuhan sehari-hari.                                                                            
  8. Berinvestasilah! Tentu Anda tak akan puas dengan hanya menunggu tabungan membumbung. Padahal cita-cita Anda untuk keluarga “selangit”. Inilah saat yang tepat untuk juga memikirkan investasi. Kini bentuknya macam-macam. Takut akan risiko investasi?! Tak perlu khawatir, Anda hanya perlu belajar pada ahlinya. Konsultasikan keuangan Anda dengan ahli keuangan yang handal!                   

#Referensi :

Timnas U-19 sebagai Awal Kebangkitan Sepak Bola Indonesia


SELAMA 22 tahun, sejak 1991, kita sebagai orang Indonesia selalu mengelus dada jika menyaksikan tim sepak bola nasional bertanding di level mana pun. Kali terakhir kita harus prihatin ketika timnas U-16 kalah adu tendangan penalti 2-3 dari Malaysia dalam laga final Piala AFF U-16 di Stadion Wunna Theikdi, Myanmar. Padahal, timnas U-16 sempat unggul pada menit ke-28 melalui Gatot Wahyudi. Malaysia bisa menyamakan skor 1-1 pada menit ke-88 sehingga untuk menentukan pemenangnya harus dilakukan adu tendangan penalti setelah melalui perpanjangan waktu 30 menit.

Namun, seiring dengan peringatan Hari Olahraga Nasional tiba-tiba menyeruak seberkas sinar yang menyilaukan di ufuk Nusantara. Pada 22 September, timnas U-19 mampu menjadi juara Piala AFF (ASEAN Football Federation) di Gelora Delta, Si­doarjo, setelah menang adu tendangan penalti 7 - 6 atas Vietnam. Kemenangan tersebut merupakan lonjakan besar bagi tim Garuda Jaya karena di babak penyisihan grup dikalahkan Vietnam 1- 2.

Keberhasilan menjadi juara itu merupakan pelepas dahaga yang sangat menggembirakan. Sebab, selama 22 tahun tidak ada tim dari negara kita yang bisa menjadi juara di laga resmi sejak merebut medali emas SEA Games Manila pada 1991.

Memang, timnas U-19 menjadi juara HKTA International Youth Football Invitation Tournament di Hongkong beberapa bulan lalu. Namun, itu bukan turnamen resmi.

Sukses timnas U-19 terus berlanjut. Tim Garuda Jaya menjadi juara grup G kualifikasi AFC U-19 dengan rekor sempurna (tiga kali menang dari tiga pertandingan). Salah satu tim yang dikalahkan adalah juara bertahan Korea Selatan yang pernah 12 kali menjuarai turnamen tersebut. Kemenangan atas Korsel itu benar-benar sensasional. Sebab, bertahun-tahun tidak ada tim Indonesia yang mampu mengalahkan Taeguk Warriors julukan Korsel.

Keberhasilan tim Garuda Jaya tidak bisa dilepaskan dari peran besar pelatih Indra Sjafri. Tidak sama dengan pelatih-pelatih yang lain, pelatih asal Sumbar itu memahami benar sports science. Hal itu dia terapkan ketika melatih tim U-19.

Laki-laki yang pernah menjadi kepala Kantor Pos Sumbar itu mampu membentuk mental para pemainnya menjadi sangat tangguh. Itu sudah terlihat ketika tim Garuda Jaya menghadapi Vietnam di final AFF U-19. Psikis pemain-pemain muda Indonesia saat ini benar-benar superior berkat polesan Indra Sjafri. Untuk menjaga kebugaran pemainnya, dia mengawasi menu makanan dan memerintah mereka untuk cukup beristirahat.

Satu hal lagi yang sukses dilakukan Indra Sjafri. Yakni, dia tidak segan-segan berkeliling daerah untuk terus mencari bibit pemain berbakat. Semua itu dia lakukan dengan biaya sendiri. Pelatih tersebut melihat sukses yang pernah dilakukan Tony Pogagnik (asal Yugoslavia) yang juga terus mencari pemain-pemain berbakat di daerah. Hasilnya, Indonesia mampu menahan juara Olimpiade 1956 Uni Soviet 0 - 0 di Melbourne, juara Merdeka Games 1961, dan merebut medali perunggu Asian Games III Tokyo 1958.

Indra Sjafri pernah bermain sepak bola. Namun, namanya tidak setenar Suhatman Iman. Apalagi jika dibandingkan dengan pemain legendaris PSP Padang Zulkifli Yasin (alm), yang pada 1963 bergabung dengan Persebaya. Zul panggilan akrab pemain tersebut sebagai pelatih pernah membawa Persebaya juara kompetisi PSSI dan membawa Suryanaga juara antar-klub nasional pada 1978. Namun, sebagai pelatih, Indra Sjafri ternyata lebih sukses jika dibandingkan dengan Suhatman maupun Zulkifli.

Satu hal lagi yang bisa membuat tim Garuda Jaya sukses, yakni para pemainnya mau belajar dari kekalahan. Pada 2012, sebagai inti tim pelajar Indonesia, mereka bertemu tim pelajar Korsel di Iran. Ketika itu, tim pelajar Indonesia kalah 1 - 2. Dengan belajar dari kekalahan tersebut, tim U-19, terutama pelatih Indra Sjafri, menerapkan strategi yang jitu sehingga berbuah kemenangan gemilang di SUGBK. Padahal, di tempat yang sama timnas pernah dipermalukan 1 - 4 oleh Korsel dalam laga pra Piala Dunia 1986 Zone Asia. Yang lebih menyakitkan lagi kala bertanding di Seoul, tim kita hanya kalah 2-0.

Di ajang U-19, Indonesia pernah dikalahkan Korsel 0 - 3 di kualifikasi Piala AFC 2008 pada 8 November 2007. Karena itu, kemenangan 3 - 2 itu benar- benar luar biasa meski diperoleh di SUGBK di bawah siraman hujan lebat. Semoga kemenangan tersebut merupakan awal kebangkitan sepak bola Indonesia. Sebab, jalan tim Garuda Jaya masih panjang karena harus tampil di Myanmar pada Oktober 2014. Dan, bukan tidak mungkin tim Garuda Jaya bertemu Korsel lagi. Sebab, timnas junior Negeri Ginseng itu juga lolos sebagai salah satu di antara enam tim peringkat kedua terbaik.

Dalam waktu setahun, Indonesia harus mampu mempertahankan keutuhan tim tersebut. Selain itu, prestasi mereka harus bisa dipertahankan. Jangan menjadikan tim Garuda Jaya seperti tim-tim yang lalu (seperti tim Primavera yang berlatih di Italia dan tim yang pernah berlatih di Brasil). Semakin tahun bukannya semakin maju, namun justru permainannya malah menurun. Untuk itu, PSSI harus membuat keputusan yang tepat untuk tim Garuda Jaya.

Untuk level sepak bola junior Asia (kini namanya turnamen U-19 AFC), Indonesia baru tampil 15 kali. Padahal, turnamen tersebut sudah diadakan 38 kali. Selama mengikuti turnamen tersebut baru sekali Indonesia menjadi juara. Itu pun juara bersama Burma (sekarang Myanmar) pada 1961.

Ketika itu, tim junior Indonesia ditangani oleh Djamiat Dalhar. Pelatih tersebut selama menjadi pemain dikenal sebagai salah seorang di antara trio penyerang Indonesia (bersama Tee San Liong, pemain Persebaya asal Jember, dan Ramang dari PSM Makassar).

Indonesia ditetapkan sebagai juara bersama dengan Burma karena di final bermain imbang 0 - 0. Ketika itu, belum ada peraturan adu tendangan penalti untuk menentukan pemenangnya jika laga final berkesudahan seri. Indonesia lolos ke final sebagai juara grup A, sedangkan Burma adalah juara grup B. Di penyisihan grup Indonesia tidak terkalahkan dalam empat pertandingan dengan prestasi dua kali menang (2 - 0 atas Vietnam dan 2 - 1 atas Jepang) serta dua kali seri (2 - 2 dengan Korsel dan 1 - 1 dengan Singapura).

Di antara 11 pemain tim Indonesia junior ketika itu, empat orang dari Persebaya. Yakni, bintang penyerang Anjiek Alinurdin, penjaga gawang Hardi Purnomo, be kiri Sonny Sandra (tiga pemain tersebut berasal dari Jombang dan kemudian bergabung dengan klub PS HW Surabaya) serta playmaker Bob Hippy yang sebelumnya bermain untuk Persija. PSM Makassar juga diwakili empat pemain. Mereka adalah bek kanan Faisal Jusuf, gelandang kanan Idris Mapakaya, pemain sayap kanan Manan, dan bek tengah John Simon. Sedangkan Persija diwakili oleh Dirhamsyah (penyerang) dan PSMS Medan oleh Ipong Silalahi.

Jadi, sudah 53 tahun Indonesia tidak pernah menjadi juara turnamen junior Asia. Karena itu, tim Garuda Jaya diharapkan bisa mengulang prestasi gemilang pada 1961 itu. Mengapa dikatakan prestasi gemilang? Sebab, pada tahun yang sama, tim senior Indonesia menjuarai Merdeka Games di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kala itu, tim PSSI didominasi oleh pemain-pemain Persib Bandung yang pada tahun tersebut menjadi juara kompetisi PSSI. Sembilan pemain Persib memperkuat tim nasional ketika itu. yakni, Hengky Timisela, Pietje Timisela, Omo Suratmo, Wowo, Fatah Hidayat, Rukma, Ishak Udin, Ilyas, dan Sunarto. Hanya kapten tim Phwa Sian Liong (Januar Pribadi) yang berasal dari Persebaya dan penjaga gawang Harry Tjong dari PSM Makassar.


Proses Pengambilan keputusan oleh Konsumen


Proses pengambilan keputusan diawali dengan adanya kebutuhan yang berusaha untuk dipenuhi. Pemenuhan kebutuhan ini terkait dengan beberapa alternatif sehingga perlu dilakukan evaluasi yang bertujuan untuk memperoleh alternatif terbaik dari persepsi konsumen. Di dalam proses membandingkan ini konsumen memerlukan informasi yang jumlah dan tingkat kepentingannya tergantung dari kebutuhan konsumen serta situasi yang dihadapinya. Keputusan pembelian akan dilakukan dengan menggunakan kaidah menyeimbangkan sisi positif dengan sisi negatif suatu merek (compensatory decision rule) ataupun mencari solusi terbaik dari perspektif konsumen (non-compensatory decision rule), yang setelah konsumsi akan dievaluasi kembali.

    A.   MODEL-MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1.   Model Perilaku Pengambilan Keputusan
Model Ekonomi yang dikemukakan oleh ahli ekonomi klasik dimana keputusan orang itu rasional, yaitu berusaha mendapatkan keuntungan marginal sama dengan biaya marginal atau untuk memperoleh keuntungan maksimum
·  Model Manusia Administrasi Dikemukan oleh Herbert A. Simon dimana lebih berprinsip orang tidak menginginkan maksimalisasi tetapi cukup keuntungan yang memuaskan.
·      Model Manusia Mobicentrik Dikemukakan oleh Jennings, dimana perubahan merupakan nilai utama sehingga orang harus selalu bergerak bebas mengambil keputusan.
·  Model Manusia Organisasi Dikemukakan oleh W.F. Whyte, model ini lebih mengedepankan sifat setia dan penuh kerjasama dalam pengambilan keputusan.
· Model Pengusaha Baru Dikemukakan oleh Wright Mills menekankan pada sifat kompetitif.
·    Model Sosial Dikemukakan oleh Freud Veblen dimana menurutnya orang seringb tidak rasional dalam mengambil keputusan diliputi perasaan emosi dan situsai dibawah sadar.

2.   Model Preskriptif dan Deskriptif
Fisher mengemukakan bahwa pada hakekatnya ada 2 model pengambilan keputusan, yaitu :
·        Model Preskriptif Pemberian resep perbaikan, model ini menerangkan bagaimana kelompok seharusnya mengambil keputusan.
·        Model Deskriptif Model ini menerangkan bagaimana kelompok mengambil keputusan tertentu.
·        Model preskriptif berdasarkan pada proses yang ideal sedangkan model deskriptif berdasarkan pada realitas observasi.

Teknik-teknik Pengambilan Keputusan
1.   Teknik Kreatif
·        Brainstorming : Berusaha untuk menggali dan mendapatkan kreatifitas maksimum dari kelompok dengan memberikan kesempatan para anggota untuk melontarkan ide-idenya.
·        Synectics : Didasarkan pada asumsi bahwa proses kreatif dapat dijabarkan dan diajarkan, dimaksudkan untuk meningktakan keluaran (output) kreatif individual dan kelompok.
2.   Teknik Partisipatif
Individu individu atau kelompok dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.
·        Teknik Modern :
-      Teknik Delphi
-      Teknik Kelompok Nominal


B.  TAHAPAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Proses pengambilan keputusan terdiri dari lima tahap yaitu ;

PENGENALAN MASALAH -> PENCARIAN INFORMASI -> EVALUASI ALTERNATIF -> PILIHAN -> EVALUASI PASCAAKUISISI


 C. TIPE – TIPE PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yakni:
1.   Pengenalan masalah (problem recognition). 
Konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk yang akan dibeli.

2.   Pencarian informasi (information source). 
Setelah memahami masalah yang ada, konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada melalui pencarian informasi. Proses pencarian informasi dapat berasal dari dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal). 

3.   Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation).
Setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.

4.   Keputusan pembelian (purchase decision).
Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian.Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan.

5.   Evaluasi pasca pembelian (post-purchase evaluation)
merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut di masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen di masa depan.


 D. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMECAHAN MASALAH
Konsumen menggunakan pemecahan masalah yang terbatas ketika mereka melakukan sedikit usaha untuk meme
nuhi kebutuhan tersebut. Hal ini sering dilakukan oleh konsumen ketika membeli suatu produk yang telah mereka gunakan sebelumnya. Terdapat 5 faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian :
1.   Motivasi (motivation), merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu. 
2.   Persepsi (perception), merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut. 
3.   Pembentukan sikap (attitude formation), merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
4.   Integrasi (integration), merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak
membeli produk tersebut.
5.   Pembelajaran (learning), merupakan proses belajar yang dilakukan seseorang setelah membeli produk tersebut dengan melihat apakah produk tersebut memiliki kegunaan danakan dijadikan sebagai alternatif dalam pembelian selanjutnya.


   E.   DIAGNOSA PERILAKU KONSUMEN
Pemahaman akan perilaku konsumen dapat diaplikasikan dalam beberapa hal,yaitu :
·   Untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan diskon untuk menarik pembeli. 
·   Perilaku konsumen dapat membantu pembuat keputusan membuat kebijakan publik.Misalnya dengan mengetahui bahwa konsumen akan banyak menggunakan transportasi saat lebaran, pembuat keputusan dapat merencanakan harga tiket transportasi di hari raya tersebut.
· Pemasaran sosial (social marketing), yaitu penyebaran ide di antara konsumen.

Dengan memahami sikap konsumen dalam menghadapi sesuatu, seseorang dapat menyebarkan ide dengan lebih cepat dan efektif.
Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen : 

1. Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.

2.   Pendekatan kedua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi.Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perliku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survey untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.

3.   Pendekatan ketiga disebut sebagai sains marketing yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan perilaku konsumen.

Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen serta strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda.

Contoh Kasus Proses Pengambilan Keputusan Oleh Konsumen
Seorang A yang sudah berumah tangga membutuhkan cairan dalam tubuh untuk sehari – hari atau air minum mineral untuk di minumnya. Saat itu ia langsung mencari informasi dari orang – orang terdekatnya untuk menentukan air minum yang akan ia konsumsi setiap harinya. Setelah A mendapat cukup banyak informasi merek, kualitas, harga, lokasi pendapatan produk tersebut maka A mengevaluasi terhadap pilihannya dengan cermat untuk mendapatkan air minum yang baik untuk dirinya dan keluarga.Setelah mengevaluasi berbagai macam merek maka A menjatuhkan pilihan pada produk air minum aqua yang di produksi oleh Danone yang sudah lama ada dan sangat di kenal masyarakat dan di gemari masyarakat karena aqua di ambil dari sumber mata air terpercaya dan jernih melalui tahap proses beberapa kali penyaringan sehingga sangat aman dan terjamin untuk di konsumsi setiap hari dalam pengganti cairan tubuh. Tidak sedikit orang memilih air minum aqua karena terjamin untuk kesehatannya dan mudah di dapatkan. Setelah A dan keluarga mencobanya beberapa bulan ternyata benar aqua terjamin bersih ,jernih dan mudah di dapat.



#Referensi   : http://fifi0406.blogspot.com/2012/10/bab-3-proses-pengambilan-keputusan-oleh.html

Segmentasi dan Analisis Demografi



PENGERTIAN, TUJUAN, DAN PERSYARATAN SEGMENTASI PASAR


Jerry W Thomas (2007) mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah pengelompokkan pasar berdasarkan kesamaan, kemiripan, atau mempunyai keterkaitan yang sama. Tujuan dari segmentasi pasar adalah agar dapat melakukan prioritas, titik berat, atau konsentrasi usaha pemasaran dan mendorong pembagian (atau segmen pasar) untuk mendapatkan keuntungan kompetitif dalam segmen tersebut. 

Sedangkan menurut Michael Richarme (2004), tujuan segmentasi pasar adalah membagi konsumen menjadi kelompok-kelompok yang berbeda sedemikian hingga pesan pemasaran dapat dirancang sesuai kebutuhan yang spesifik dari setiap kelompok konsumen tersebut. Setiap segmen pasar memerlukan karakteristik atau fitur produk yang berbeda, strategi promosi yang berbeda, strategi harga yang berbeda, bahkan mungkin saluran distribusi yang berbeda juga. Hal tersebut menunjukkan bahwa identifikasi atau analisis sebuah segmen pasar perlu dilakukan secara hati-hati, bahkan memerlukan metode riset dengan menggunakan teknik analisis yang rumit dan kompelks. Namun semuanya tetap disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik dari perusahaannya. Identifikasi segmen pasar yang baik atau tepat harus memenuhi persyaratan yang mencakup:
  • Homogen di dalam segmen tersebut. 
  • Heterogen antar segmen.
  • Segmen dapat diukur dan memang penting. 
  • Segmen dapat dibedakan secara jelas dari segmen lainnya. 
  • Segmen dapat diakses atau digarap dan ditindaklanjuti oleh perusahaan, dan 
  • Segmen dapat menjadi sasaran yang menguntungkan.



                            TIPE ATAU JENIS SEGMEN PASAR
Teknik segmentasi pasar bisa sederhana atau bisa juga cukup rumit. Hal ini tergantung pada seberapa banyak faktor atau variabel yang digunakan untuk membedakan sebuah segmen pasar dibandingkan dengan segmen yang lainnya. Faktor atau variabel tersebut cukup hanya satu atau dua variabel saja, atau mungkin lebih banyak variabel yang digunakan untuk membuat segmentasi pasar. Sejumlah variabel yang digunakan dalam segmentasi pasar adalah sebagai berikut : 
  1. Variabel Geografis, misalnya wilayah, ukuran populasi, kepadatan, penduduk, iklim, dan lain-lain. 
  2. Variabel Demografi, misalnya umur, jenis kelamin, besarnya keluarga, pendidikan, penghasilan, jenis pekerjaan, agama, faktor sosio ekonomi, bangsa, atau bahasa.  
  3. Variabel Psikografi, misalnya keperibadian, gaya hidup, nilai yang dianut, atau sikap, dan 
  4. Variabel Perilaku, misalnya tingkat konsumsi atau penggunaan barang, loyalitas terhadap merek, dan lain-lain.

Berdasarkan faktor pertimbangan atau variabel utama yang digunakan maka segmentasi pasar terdiri dari beberapa jenis atau tipe, yaitu : 
  1. Segmentasi Geografis, yaitu segmen berdasarkan batas-batas wilayah tertentu, misalnya sebuah perusahaan hanya memasarkan barang atau jasa di wilayah tertentu saja, atau tidak di tempat lain.                                                                                                                               
  2. Segmentasi Distribusi, yaitu segmen berdasarkan saluran distribusi tertentu saja, misalnya sebuah produk hanya dipasarkan melalui toko-toko tertentu atau sebuah produk pakaian hanya dijual pada satu butik terkenal saja.                                                                                          
  3. Segmentasi Media, yaitu segmen berdasarkan jenis media promosi tertentu, misalnya sebuah produk elektronik hanya dipasarkan melalui promosi gencar hanya melalui TV saja.                                                                     
  4. Segmentasi Harga, yaitu berdasarkan perbedaan harga, misalnya sebuah perusahaan otomotif memproduksi dan memasarkan mobil dengan jenis berbeda-beda tergantung kisaran harganya (mahal, cukup mahal, atau murah).                                                                                                                                        
  5. Segmentasi Demografis, yaitu segmen pasar berdasarkan karakteristik atau ciri individu dari konsumennya, misalnya produk yang dipasarkan untuk jenis kelamin tertentu, tingkat pendidikan tertentu, atau berdasarkan ciri individu lainnya.                                                     
  6. Segmentasi Waktu, yaitu segmen pasar berdasarkan waktu pemasaran atau penjualan tertentu, misalnya sebuah toko hanya buku di waktu-waktu tertentu yang berbeda dengan yang lain, atau malah buka 24 jam.                                                                                                     
  7. Segmentasi Gaya Hidup atau Psikografi, yaitu segmen berdasarkan analisis multivariate (banyak aspek) dari konsumennya yang dapat mencakup perilaku, nilai yang dianut, sikap, emosi, persepsi, keyakinan, atau minat. Tipe segmen pasar ini relative lebih kompleks dan biasanya memerlukan kegiatan riset kuantitatif dengan berbagai teknik atau metode riset yang relevan. 

MANFAAT SEGMENTASI PASAR
Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain :  
  1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah. 
  2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.  
  3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.  
  4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmenyang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.  
  5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.


Gitosudarmo (2000) menambahkan manfaat segmentasi pasar ini, sebagai berikut :
  • Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya. 
  • Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen. 
  • Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar. 
  • Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.
Hermawan Kertajaya mengatakan bahwa peranan segmentasi pasar adalah :
  • Memungkinkan kita untuk lebih fokus masuk ke pasar sesuai keunggulan kompetitif perusahaan kita. 
  • Mendapatkan input mengenai peta kompetisi dan posisi kita di pasar. 
  • Merupakan basis bagi kita untuk mempersiapkan strategi marketing kitaselanjutnya.
  • Faktor kunci mengalahkan pesaing dengan memandang pasar dari sudut unik dancara yang berbeda.


PROSES SEGMENTASI PASAR

Proses segmentasi pasar terbagi menjadi beberapa tahap yaitu :Tahap survei;Tahap analisa data;Tahap pembentukan segmen-segmen pasar;Tahap identifikasi segmen-segmen pasar;Tahap targeting segmen pasar.


ANALISIS DEMOGRAFI

Analisis Demografi adalah analisis penduduk dari rahim 

hingga liang kubur (from thewomb to the tomb) karena 

meliputi analisis penduduk pada seluruh siklus kehidupan 

manusia sejak dari kandungan sampai meninggal.


Demografi, ini merujuk data statistik penduduk, termasuk pendapatan, rata-rataumur, dan pendidikan. Kalau menurut Hermawan, demografi ini termasuk dalam Static Attribute Segmentation, atau cara memandang pasar berdasarkan geografis dan demografi. Geografis berarti kita melihat pasar berdasarkan wilayah (negara,kawasan, propinsi, kota). Sedangkan demografi berati kita melihat pasar berdasarkan jenis kelamin, usia, pekerjaan, agama dan pendidikan.


MANFAAT ANALISIS DEMOGRAFI
  1. Mempelajari kuantitas dan distribusi penduduk dalam suatu daerah tertentu.
  2. Menjelaskan pertumbuhan penduduk pada masalampau, kecenderungannya, dan persebarannyadengan sebaik-baiknya dan dengan data yang tersedia. 
  3. Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk dengan bermacam-macam aspek organisasi sosial, ekonomi, budaya, lingkungandan lain-lain.
  4. Memperkirakan pertumbuhan penduduk (proyeksi penduduk) pada masa yang akan datang dan kemungkinan-kemungkinan konsekuensinya.





# Sumber :
Jerry W. Thomas (2007) “Market Segmentation”. Decision Analyst.
Beth Horn dan Wei Huang (2009) “Comparison of Segmentation Approaches”. Decision Analyst.
http://www.scribd.com/doc/43410656/Perilaku-Konsumen-Full