A. Peran Daur Hidup Dalam Strategi Pemasaran
Menurut Basu Swastha (1984:127-132), daur hidup produk terbagi menjadi empat tahap, yaitu :
Seperti
halnya manusia, barang juga memiliki siklus kehidupan/ umur (life cycle)
yang terdiri atas beberapa tahap sejak barang diperkenalkan sampai
tidak lagi terdapat di pasaran. Hal ini disebut daur hidup produk.
Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) merupakan konsep yang penting dalam pemasaran
karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk.
Konsep ini dipopulerkan oleh Levitt (1978) yang kemudian penggunaannya
dikembangkan dan diperluas oleh para ahli lainnya.
Daur hidup produk ini terdiri atas empat tahap yang berbeda - beda. Dan masing - masing tahapan berada dalam lingkungan pemasaran yang berbeda pula. Tahap - tahap tersebut adalah : (1) tahap perkenalan, (2) tahap pertumbuhan, (3) tahap kedewasaan, dan (4) tahap kemunduran.Menurut Basu Swastha (1984:127-132), daur hidup produk terbagi menjadi empat tahap, yaitu :
1)
Tahap Perkenalan (introduction)
Pada tahap
pertama dari siklus kehidupan barang, barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang
besar walaupun volume penjualannya belum tinggi. Barang yang di jual umumnya
barang baru (betul-betul baru) Karena masih berada pada tahap permulaan,
biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan. Promosi yang
dilakukan memang harus agfesif dan menitik beratkan pada merek penjual. Di
samping itu distribusi barang tersebut masih terbatas dan laba yang diperoleh
masih rendah. Dalam meluncurkan produk baru, manajer pemasaran bisa menetapkan setiap variable
pemasaran pada tingkat yang tinggi atau rendah, seperti dalam hal harga,
promosi, distribusi dan mutu produk.
2) Tahap
Pertumbuhan (growth)
Dalam tahap
pertumbuhan, kurva penjualan semakin meningkat dengan cepat. Karena permintaan
meningkat dan masyarakat telah mengenal barang yang bersangkutan, maka usaha
promosi yang dilakukan perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya. Dalam hal
ini, pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga persaingan menjadi sangat
ketat. Cara lain yang dapat dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan
distribusinya ialah dengan menurunkan sedikit harga jual produknya.
3) Tahap
Kedewasaan (maturity)
Pada tahap ini,
kita melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikutnya tetap
bahkan cenderung turun. Dalam tahap – tahap ini tingkat laba mulai menurun dan
persaingan sangat ketat. Usaha periklanan mulai ditingkatkan lagi untuk
menghadapi persaingan.
4) Tahap
Kemunduran (obsolescence)
Dalam tahap
kemunduran, penjualan semakin menurun. Laba pun ikut menurun, bahkan menderita
kerugian yang besar. Pasar yang dikuasai semakin sempit. Untuk mengatasinya,
perusahaan harus sudah memasarkan barang baru untuk menggantukan barang lama.
#Sumber : Swastha, Basu dan Ibnu Sukotjo.2010.Pengantar Bisnis Modern.Yogyakarta : Liberty

Tidak ada komentar:
Posting Komentar