Jumat, 02 Desember 2011

Bab VI Daur Hidup Produk

A. Peran Daur Hidup Dalam Strategi Pemasaran
Seperti halnya manusia, barang juga memiliki siklus kehidupan/ umur (life cycle) yang terdiri atas beberapa tahap sejak barang diperkenalkan sampai tidak lagi terdapat di pasaran. Hal ini disebut daur hidup produk.


Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) merupakan konsep yang penting dalam pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk. Konsep ini dipopulerkan oleh Levitt (1978) yang kemudian penggunaannya dikembangkan dan diperluas oleh para ahli lainnya.
Daur hidup produk ini terdiri atas empat tahap yang berbeda - beda. Dan masing - masing tahapan berada dalam lingkungan pemasaran yang berbeda pula. Tahap - tahap tersebut adalah : (1) tahap perkenalan, (2) tahap pertumbuhan, (3) tahap kedewasaan, dan  (4) tahap kemunduran.


Menurut Basu Swastha (1984:127-132), daur hidup produk terbagi menjadi empat tahap, yaitu :

1)      Tahap Perkenalan (introduction)
Pada tahap pertama dari siklus kehidupan barang, barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume penjualannya belum tinggi. Barang yang di jual umumnya barang baru (betul-betul baru) Karena masih berada pada tahap permulaan, biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan. Promosi yang dilakukan memang harus agfesif dan menitik beratkan pada merek penjual. Di samping itu distribusi barang tersebut masih terbatas dan laba yang diperoleh masih rendah. Dalam meluncurkan produk baru, manajer  pemasaran bisa menetapkan setiap variable pemasaran pada tingkat yang tinggi atau rendah, seperti dalam hal harga, promosi, distribusi dan mutu produk.

2)      Tahap Pertumbuhan (growth)
Dalam tahap pertumbuhan, kurva penjualan semakin meningkat dengan cepat. Karena permintaan meningkat dan masyarakat telah mengenal barang yang bersangkutan, maka usaha promosi yang dilakukan perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya. Dalam hal ini, pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga persaingan menjadi sangat ketat. Cara lain yang dapat dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan distribusinya ialah dengan menurunkan sedikit harga jual produknya.

3)      Tahap Kedewasaan  (maturity)
Pada tahap ini, kita melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikutnya tetap bahkan cenderung turun. Dalam tahap – tahap ini tingkat laba mulai menurun dan persaingan sangat ketat. Usaha periklanan mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan.

4)      Tahap Kemunduran (obsolescence)
Dalam tahap kemunduran, penjualan semakin menurun. Laba pun ikut menurun, bahkan menderita kerugian yang besar. Pasar yang dikuasai semakin sempit. Untuk mengatasinya, perusahaan harus sudah memasarkan barang baru untuk menggantukan barang lama.



 





#Sumber : Swastha, Basu dan Ibnu Sukotjo.2010.Pengantar Bisnis Modern.Yogyakarta : Liberty



Tidak ada komentar:

Posting Komentar