Dalam kehidupan sehari - hari, setiap manusia
tak lepas dari kegiatan berpikir. Berpikir merupakan kegiatan mental. Pada saat berpikir,
dalam benak kita timbul serangkaian gambar tentang sesuatu yang tidak hadir
secara nyata. Kegiatan ini mungkin tidak terkendali, terjadi dengan sendirinya
dan tanpa kesadaran, misalnya pada saat kita melamun. Berpikir
memungkinkan seseorang untuk merepresentasikan dunia sebagai model dan memberikan perlakuan terhadapnya
secara efektif sesuai dengan tujuan, rencana, dan keinginan.
Semula kita berpendapat bahwa berpikir sama artinya
dengan bernalar. Akan tetapi, menurut Sudarminta, sesungguhnya
berpikir memiliki pengertian yang lebih luas dari bernalar (Basis 05
– 06, 2000 : 54). Menurutnya, bernalar adalah kegiatan pikiran untuk menarik
kesimpulan dari premis-premis yang sebelumnya sudah diketahui. Bernalar bisa
mengambil bentuk induktif, deduktif, ataupun abduktif.
Meskipun demikian, penalaran yang tepat
merupakan unsur yang amat penting dalam kegiatan berpikir dan dapat menunjang
kegiatan berpikir yang benar. Karena mekanisme dasar dari sel otak manusia merefleksikan
proses pencocokan pola atau pengenalan pola. Saat seseorang melakukan refleksi,
situasi baru dan pengalaman baru dinilai berdasarkan apa yang diingat. Untuk
membuat penilaian ini, pikiran mempertahankan pengalaman saat ini dan
mengurutkan pengalaman masa lalu yang relevan. Hal tersebut dilakukan dengan
mempertahankan agar pengalaman kini dan masa lalu sebagai pengalaman yang
terpisah. Pikiran dapat mencampur, mencocokkan, menggabungkan, menukar, dan
mengurutkan konsep-konsep, persepsi, dan pengalaman. Proses ini disebut
penalaran. Logika adalah ilmu tentang penalaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar